Selamat Datang Di www.BursaBukuBerkualitas.com ! Untuk Pemesanan Fast Respon SMS/WA 081310727398 Pin:27676E87

The Shop

LoadingUpdating...
Ibadah

 

orang sibukpun bisa menghafal Al-Qur\'an
Lihat Gambar!

orang sibukpun bisa menghafal Al-Qur'an

Amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalat seseorang baik, dia telah beruntung. Jika shalatnya buruk, berarti dia rugi. Tapi sayang, bila diperhatikan, banyak orang shalat yang hanya asal-asalan. Shalat baginya adalah beban. Tujuan pelaksanaannya tak lebih dari menggugurkan kewajiban. Gerakannya tanpa penghayatan dan bacaannya hanya sekadar hafalan. Shalatnya kurang bermakna dan kurang memberi pengaruh dalam kehidupan.


Buku yang ditulis oleh Muhammad bin Qusri Al-Jifari ini menyuguhkan banyak cara agar shalat kita tidak sia-sia. Sebab, jauh-jauh hari Rasulullah telah mengingatkan, “Sungguh seseorang telah shalat selama 60 tahun, tetapi satu pun shalatnya tidak ada yang diterima. Boleh jadi ia menyempurnakan rukuk, tetapi tidak menyempurnakan sujud. Atau, ia menyempurnakan sujud, tetapi tidak menyempurnakan rukuk.” (HR. Abul Qashim dalam As-Silsilah Ash-Shahihah).

Dalam buku ini, selain sebab-sebab internal, penulis juga menjelaskan sebab-sebab eksternal yang membuat shalat sia-sia. Totalnya ada 28 sebab. Buku yang dibagi menjadi empat bab ini dimulai dengan penyegaran kembali tentang kedudukan shalat dalam Islam dan diakhiri dengan berbagai cara agar shalat tak sia-sia.

Buku ini menarik dan membuat penasaran banyak orang. Benarkah ada hal-hal yang menyebabkan shalat tidak diterima? Atau, buku ini bahkan ‘menjewer’ telinga siapa saja yang buruk shalatnya. Tak heran, tak sedikit pembaca yang langsung memberi komentar begitu selesai membacanya. Di halaman 12, misalnya, seorang pembaca menuturkan, “Saya baru saja membaca buku Agar Shalat Tak Sia-Sia. Setelah membaca, saya merasa shalat yang sudah saya kerjakan selama 50 tahun belum ada apa-apanya. Buku yang sangat bagus dan menyadarkan diri untuk introspeksi.”





Harga: Rp.30.000

agar sholat tidak sia-sia
Lihat Gambar!

agar sholat tidak sia-sia

Amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalat seseorang baik, dia telah beruntung. Jika shalatnya buruk, berarti dia rugi. Tapi sayang, bila diperhatikan, banyak orang shalat yang hanya asal-asalan. Shalat baginya adalah beban. Tujuan pelaksanaannya tak lebih dari menggugurkan kewajiban. Gerakannya tanpa penghayatan dan bacaannya hanya sekadar hafalan. Shalatnya kurang bermakna dan kurang memberi pengaruh dalam kehidupan.


Buku yang ditulis oleh Muhammad bin Qusri Al-Jifari ini menyuguhkan banyak cara agar shalat kita tidak sia-sia. Sebab, jauh-jauh hari Rasulullah telah mengingatkan, “Sungguh seseorang telah shalat selama 60 tahun, tetapi satu pun shalatnya tidak ada yang diterima. Boleh jadi ia menyempurnakan rukuk, tetapi tidak menyempurnakan sujud. Atau, ia menyempurnakan sujud, tetapi tidak menyempurnakan rukuk.” (HR. Abul Qashim dalam As-Silsilah Ash-Shahihah).

Dalam buku ini, selain sebab-sebab internal, penulis juga menjelaskan sebab-sebab eksternal yang membuat shalat sia-sia. Totalnya ada 28 sebab. Buku yang dibagi menjadi empat bab ini dimulai dengan penyegaran kembali tentang kedudukan shalat dalam Islam dan diakhiri dengan berbagai cara agar shalat tak sia-sia.

Buku ini menarik dan membuat penasaran banyak orang. Benarkah ada hal-hal yang menyebabkan shalat tidak diterima? Atau, buku ini bahkan ‘menjewer’ telinga siapa saja yang buruk shalatnya. Tak heran, tak sedikit pembaca yang langsung memberi komentar begitu selesai membacanya. Di halaman 12, misalnya, seorang pembaca menuturkan, “Saya baru saja membaca buku Agar Shalat Tak Sia-Sia. Setelah membaca, saya merasa shalat yang sudah saya kerjakan selama 50 tahun belum ada apa-apanya. Buku yang sangat bagus dan menyadarkan diri untuk introspeksi.”





Harga: Rp.26.000

misteri sholat subuh
Lihat Gambar!

misteri sholat subuh

Shalat Subuh menyimpan berjuta misteri, tak heran jika salah seorang tokoh Yahudi terkemuka dengan emosional menyatakan, “Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti melaksanakan shalat Jum’at.”

Ternyata dibalik pelaksanaan dua rekaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang, bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebab, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah suatu ketika mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.

Menariknya, Subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas adzab pada waktu Subuh-yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.

Buku ini mencoba menganalisis bahwa keterpurukan umat ini, tak lepas dari akibat diremehkannya shalat Subuh. Bagaimana alur logikanya? Dr. Raghib As-Sirjani mengulas secara tuntas dalam buku ini.

Keluasan wawasan penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya akan nash-nash syar’i, menyadarkan kepada kita begitu istimewanya shalat Subuh yang selama ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam. Tak lupa beliau tuliskan tips-tips praktis agar mudah melaksanakan shalat Subuh. [A. Azka Izzatillah]





Harga: Rp.30.000

misteri sholat subuh
Lihat Gambar!

misteri sholat subuh

Shalat Subuh menyimpan berjuta misteri, tak heran jika salah seorang tokoh Yahudi terkemuka dengan emosional menyatakan, “Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti melaksanakan shalat Jum’at.”

Ternyata dibalik pelaksanaan dua rekaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang, bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebab, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah suatu ketika mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.

Menariknya, Subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas adzab pada waktu Subuh-yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.

Buku ini mencoba menganalisis bahwa keterpurukan umat ini, tak lepas dari akibat diremehkannya shalat Subuh. Bagaimana alur logikanya? Dr. Raghib As-Sirjani mengulas secara tuntas dalam buku ini.

Keluasan wawasan penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya akan nash-nash syar’i, menyadarkan kepada kita begitu istimewanya shalat Subuh yang selama ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam. Tak lupa beliau tuliskan tips-tips praktis agar mudah melaksanakan shalat Subuh. [A. Azka Izzatillah]





Harga: Rp.30.000


Switch to our mobile site