Selamat Datang Di www.BursaBukuBerkualitas.com ! Untuk Pemesanan Fast Respon SMS/WA 081310727398 Pin:27676E87

The Shop

LoadingUpdating...
Pernikahan

 

tausiyah cinta
Lihat Gambar!

tausiyah cinta

AntiLiberalNews - Kita masih berada pada dimensi yang sama. Mencoba mengurai makna akan hakikat cinta yang sesungguhnya. Sudah kau temukankah ‘dia’ dalam perjalanan panjangmu? Jika belum bersabarlah..
Mungkin ada sisi pada dirimu yang masih harus kau perbaiki sebelum ‘dia’ datang. Berprasangka baiklah padaNya. Karena skenario yang telah Dia buat sungguh indah. :)
Setiap orang akan bertemu dengan jodohnya, kalaupun tidak bertemu di dunia, semoga di jannahNya. Begitu kiranya yang sering kita dengar. Akan tetapi, sudahkah kita pikirkan bagaimana seharusnya kita menjemput jodoh?

Hanya ada dua jalan yang Allah sediakan, jalan taat atau jalan yang tidak Allah ridhoi. Dewasa ini, seringkali kita melihat, orang-orang lebih memilih jalan pacaran untuk menemukan labuhan cintanya. Sebagian mungkin ada yang berakhir di pelaminan. Namun, tak sedikit pula yang berakhir pada kata ‘putus’ yang menyebabkan dia nya galau. Duhh.. Mari kita lihat kembali, bagaimana Allah menjelaskan firman-Nya,

“.. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik..” (QS. An Nur : 26)

Sudah jelas bukan? :)
Jadi, untuk menjemput jodoh pun harus dengan cara yang ma’ruf. Bukan dengan jalan pacaran yang sudah jelas itu mendekati zina.

Cinta selalu lebih indah, tatkala perjalanan yang dilalui berlandaskan cinta karena-Nya. Dia, Sang Pemilik Cinta yang sejati. Yang memberi kekuatan pada setiap diri, untuk melihat wajah-wajah para pecinta-Nya.

Cinta bukan pengorbanan, karena ia ada untuk diperjuangkan. Melalui cinta yang halal, membawa kita menuju jannahNya yang tak pernah bisa kita bayangkan, betapa indah kehidupan di sana.

Janganlah sekali-kali jatuh pada cinta, karena hanya sakit yang dirasa. Tapi berusahalah untuk bangun cinta dalam mahligai taat. Agar tekadmu diperkuat, untuk menuju nikmat yang bukan hanya sesaat. :)

Cinta adalah gerbang yang disediakan Allah bagi manusia untuk bisa mengenal titah Tuhan-Nya. Melalui ikatan suci pernikahan, Allah hadirkan keindahan dan kasih sayang-Nya yang berlimpah. Segala yang haram, kini menjadi halal tatkala perjanjian yang berat itu telah dilakukan. Subhanallah…
Lantas, kenapa masih meragu untuk menikah?

Al-Hubbu fillah wa lillah – cinta karena Allah dan di jalan Allah, Jenis cinta ini merupakan syarat dari Kecintaan kepada apa yang dicintai oleh Allah (mahabbatu ma yuhibbullah). Mencintai apa yang dicintai Allah tidak akan lurus kecuali jika ia mencintai karena Allah dan di jalan Allah.
Secara fitrah, hati cenderung mencintai Dia yang memberi nikmat dan mencintai Dia yang berjasa kepadanya. Makanya, kita wajib mendahulukan cinta kepada Allah, karena semua kebaikan dan kenikmatan yang kita rasakan berasal dari Allah semata. “Dan apa saja nikmat yang ada padamu maka dari Allah-lah (datangnya).” (QS. An-Nahl: 53)

Jodoh, rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita, tutupi kekurangan kita dengan kebaikan. Di jalan dakwah, kita berharap menemukan cinta yang mampu membawa kita sampai ke surga-Nya. Mencari pasangan hidup tidak selamanya sulit. Salah satu caranya adalah dengan menyibukkan diri bersilaturahmi, memperkuat ukhuwah. Tidak perlu lagi banyak merangkai kata, menjalin cinta dengan banyak dusta. Percuma.

Setiap manusia terlahir dari seorang perempuan, kecuali Nabi Adam dan istrinya, Hawa. Perempuan adalah makhluk yang sangat unik. Mereka berbeda dan memiliki keistimewaan tersendiri. Islam memandang perempuan sebagai makhluk yang mulia dan harus dimuliakan, bahkan Allah menurunkan satu surat khusus di dalam Al-Qur`an tentang perempuan, Surat An-Nisa`. Rasulullah juga mengajarkan bahwa yang harus kita cintai setelah Allah dan Rasulullah adalah ibu, ibu, dan ibu, baru kemudian Ayah. Itu adalah penghargaan yang sangat tinggi yang diberikan Islam kepada kaum hawa. Tapi, tahu nggak, perempuan ternyata sering dijadikan senjata oleh setan? Setan menggunakan mereka untuk meluluhkan kehebatan iman seorang laki-laki. Salah satu jalan setan untuk merasuk ke dalam dada seorang lakilaki memang melalui perempuan. Konon, setan mengaku kepada Nabi Musa as bahwa jalan utamanya untuk masuk dan memperdaya manusia ada tiga, yaitu ketika shalat, ketika marah, dan melalui wanita.

Nggak akanada ujian yang sia-sia. Karena, dari kesabaran dalam menghadapi ujian tersebut, Allah menghadiahkan surga bagi orang-orang yang bersyukur. “Surga ‘Adn yang
mereka masuki bersama orang-orang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istrinya, dan anak-cucunya, sementara malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu, sambil mengucapkan, ‘salamun ‘alaikum bima shabartum, keselamatan atas kalian karena kesabaran kalian.’ Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 23-24)

Mudah-mudahan banyak pelajaran yang kita dapatkan dalam perjalanan cinta. Mencintai sesuatu berarti mengabdikan diri sebagai hamba-Nya. Pasti Allah akan murka jika kita menjadi hamba selain-Nya.

Begitu menyejukkan buku ini bertutur tentang Cinta yang sebenarnya, di jalan cahaya-Nya. Membaca buku ini seperti sedang menelusuri jalan Cinta dengan segala kejutan akan kebaikannya. – @Canunkamil & @Fufuelmart – Romantic Couple Trainer & Writer, penulis bestseller “Jodoh Dunia Akhirat”

Cinta bukan kenikmatan sekarang, tapi kebahagiaan yang dijelang
Cinta itu bukan yang membuat tegang, namun yang meneduhkan lagi tenang
Cinta tak membuatmu maksiat terlarang, cinta harusnya menunjukkan jalanterang
Semoga “Tausiyah Cinta” ini dapat membantu mendefinisikan cinta sejati
@felixsiauw – Penulis #

Buku ini buku tentang cinta, iya, cinta yang sedang menulis, tulisan tentang cinta yang selalu membuat jiwa melow saya yang sering kesirep dengan hal hal yang melelehkan sungai di ujung mata, buku tentang cinta dalam diam, cinta yang tidak diketahui oleh orang yang kita cintai, cinta yang tak harus berucap cinta, cinta ini hanya mengenal kata rindu, yang jusru rasanya lebih dalam dari yang seharusnya terucap, diam karena takut dengan azab ALLAH yang mengharamkan pacaran, diam karena menjaga mulianya diri, diam karena dia tahu bahwa urusan hati adalah milik dia dengan ALLAH jadi cukup hanya ALLAH yang tahu, inilah yang dimaksud dengan tidak hanya menghijabkan diri, tapi juga menghijabkan hati, hatinya terjaga dari hal hal yang diharamkan ALLAH, subhanallah, selamat membaca buku cinta bagian dari Tauziah cinta – Salam Ade a.k.a Rindu by @rindu_ade





Harga: Rp.40.000

saatnya untuk menikah
Lihat Gambar!

saatnya untuk menikah

Kalau canda seorang teman sudah tak lagi dapat menenteramkan jiwa, kalau mata sudah tidak lagi dapat ditundukkan pandangannya dengan sempurna, kalau hati sudah senantiasa merasa gelisah… barangkali inilah saatnya untuk menikah bagi Anda.

Kalau tekad yang kuat sudah melekat dalam dada, kalau hasrat yang bersemangat sudah melahirkan usaha yang giat untuk mewujudkannya, dan kalau kesiapan untuk

bertanggung-jawab sudah tumbuh di dalam diri kita… maka inilah saatnya untuk menikah.

Ya, inilah saatnya untuk menikah!

Tetapi apakah yang dapat menjamin bahwa kita sudah siap? Kesiapan apa sajakah yang harus kira miliki? Apa yang harus kita lakukan jika sudah kerinduan sudah meluap dan keinginan untuk berumah-tangga sudah sangat mantap, tetapi jodoh tak juga kunjung datang?

Buku ini akan bertutur kepada Anda. Dalam buku ini, Anda juga akan mendapati mengapa kita tidak sebaiknya terlalu meninggikan kriteria. Simak juga perihal keutamaan melihat orang yang akan kita nikahi. Sesuatu yang tampaknya sepele, tetapi karena begitu pentingnya sampai-sampai dibahas dalam dua bab. Satu lagi, perhatikan kembali sumber informasi Anda. Nah, selamat membaca… dan bersiap-siaplah untuk menikah. Inilah saatnya





Harga: Rp.35.000

menikah memuliakan sunnah
Lihat Gambar!

menikah memuliakan sunnah

Menikah adalah dambaan setiap insan yang ingin meneladani kehidupan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam. Begitu pentingnya menikah, Nabi Shallallahu ’alaihi wa Sallam sampai berpesan kepada kita dalam salah satu sabdanya:

“Menikah adalah Sunnahku, barang siapa tidak mengamalkan Sunnahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sungguh dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyakkan umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak hendaknya berpuasa karena puasa itu merupakan tameng.” (H.r. Ibnu Majah)

Berbahagialah, bagi kita yang telah menjalankan Sunnah beliau. Bagi yang belum, maka jangan berputus asa. Teruslah mencari dan perbaikilah diri agar seseorang yang telah disiapkan untuk kita adalah sesosok insan yang terbaik menurut Sang Pencipta. Kalaupun tetap tak bersua, maka kegigihan kita dalam mencari dan bersiap diri—insya Allah—tetaplah menjadi kebaikan yang mulia di sisi Rabb ’Azza wa Jalla. Karenanya, berbahagialah!

Dalam antologi ini, ada banyak kisah yang—insya Allah—sangat menginspirasi kala menyiapkan, menapaki, hingga menjalani hari-hari dalam bingkai sakral nan suci bernama pernikahan. Ada petuah dari Ustadz Mohammad Fauzil Adhim; ada nasihat dari Ustadz Salim A. Fillah; ada motivasi dari Ustadz Solikhin Abu Izzuddin; ada inspirasi dari Ustadz Muhaimin Iqbal (Owner Gerai Dinar), juga ada wejangan dari ustadz-ustadz lainnya; Ustadz Umar Hidayat, Ustadz Wahyudin, Ustadz Jauhar al-Zanki, Ustadz Mas Udik Abdullah, Ustadz Fadlan Al-Ikhwani, Ustadz R.h. Fitriyadi, Ustadz Muhammad Fatan Fantastik. Akhirnya, selamat membaca dan semoga Anda menemukan inspirasi dalam antologi ini.








Harga: Rp.32.000

menikah untuk bahagia
Lihat Gambar!

menikah untuk bahagia

Sebelum memulai review buku ini, saya mau membuat pengakuan: saya tidak pernah memikirkan tentang pernikahan dengan serius sebelumnya, how marriage works, sebelum anak saya -Ayra- lahir. Sejak Ayra lahir 9 bulan yang lalu, saya mengurusnya sendiri, tanpa bantuan babysitter dan saya juga bekerja part time. Jadi sebagian besar Ayra diasuh oleh saya dan suami, hanya kadang-kadang saja dititipkan ke eyangnya.

Sejak memiliki Ayra, hubungan pernikahan saya bisa dikatakan mengalami turbulensi, dikarenakan semua energi saya habis untuk mengurus anak, rumah, dan pekerjaan. Sampai di suatu titik, saya merasa asing dengan suami saya. Bukan membencinya, tapi juga tidak ada desire. Jarang sekali kami mengobrol atau santai berdua. Rasanya hubungan kami cuma sebagai room-mate.

Entah apakah semua ibu baru begitu… atau cuma saya saja yang benar-benar polos dalam hal motherhood/marriage life. Hingga suatu saat saya menemukan akun twitter @noveldy, seorang konselor pernikahan. Saya hanya menjadi follower pasif saja. Hingga beberapa minggu yang lalu beliau me-launching buku “Menikah untuk Bahagia: Formula Cinta Membangun Surga di Rumah”.

Jujur saja, saya gengsi untuk beli buku semacam ini, tentang pernikahan, kok kesannya pernikahan saya bermasalah. Tapi dalam hati saya, memang ada yang (mulai) salah kok. Oke, jadi saya akhirnya membeli buku ini.

Buku Menikah untuk Bahagia (MUB) ini terdiri dari 5 bagian (Diamond of Love): Tujuan, Mindset, Knowledge and Skill, Komitmen dan Berserah. Rumusnya menggunakan Diamond of Love, dimulai dengan pengetahuan proses terbentuknya sebuah berlian (diamond). Bahan dasar terbentuknya berlian adalah karbon yang mengalami tekanan yg sangat kuat di perut bumi, sekitar 5 giga pascal, yang setara dengan 725.188,689 psi. Untuk perbandingan, tekanan angin ban mobil itu sekitar 32 psi. Sudah terbayang berapa besar tekanannya? Karbon ini juga mengalami pemanasan sekita 1.200 derajat Celcius. Paduan tekanan yang sangat kuat, suhu sangat tinggi, serta proses yang mencapai jutaan sampai miliaran tahun, akhirnya menghasilkan kristal yang sangat keras dan padat.

Ternyata itu belum cukup. Untuk bisa berkilau, kristal tersebut harus dipotong dan dibuang di bagian tertentu oleh ahlinya, yang tahu betul bagian mana yang harus dipotong dan berapa besar sudut pemotongannya. Terakhir, barulah berlian itu dipoles untuk mengeluarkan kilau terbaiknya.

Prinsip ini tadi juga berlaku dalam kehidupan pernikahan. Untuk bisa mendapatkan kualitas kehidupan yang berkilau, indah, solid, dan bernilai, kita harus mau melewati proses yang sama. Kita akan melewati tekanan yang sangat besar serta panasnya suasana hati dan emosi yang terjadi dalam prosesnya. Kita juga harus rela dipotong dan dibuang bagian yang tidak perlu, yaitu hal-hal negatif dari diri kita. Dan terakhir kita harus mau untuk memoles diri dengan terus meningkatkan kualitas diri.

Dalam setiap bagian, terdapat banyak sub-bagian yang menjelaskan berbagai hal/proses dalam pernikahan. Salah satu yang “mengena” di saya yaitu “Antara Kucing Anggora, Banteng Matador, dan Zombie”. Kucing anggora merupakan analogi pasangan yang baru menikah, menyenangkan, lemah lembut, pokoknya loveable deh. Setelah beberapa tahun menikah, ada yang berubah jadi banteng matador (galak, pemarah, agresif, tidak peduli perasaan orang lain, dan mudah tersinggung), ada juga yang berubah menjadi zombie (dingin, tidak punya tujuan, apatis, dan tidak peduli). Kenapa bisa berubah seperti itu? Sebenarnya “tanpa disadari” kitalah yang menyebabkan pasangan kita berubah seperti itu. Cara kita merespons pasangan dan cara kita bersikap ternyata bisa mengubah pasangan kita. Tanpa disadari, karena sikap kita ini membuat pasangan kita menjadi kurang menghargai kita. Pasangan kita melihat kita tidak layak untuk didengar. Ia tidak percaya dengan apa yang kita katakan. Yang terlihat akhirnya pasangan kita seperti merendahkan dan meremehkan kita. Dia pun berubah menjadi banteng matador.

Bisa juga yang terjadi sebaliknya. Tanpa disadari, justru sikap kita yang cenderung merendahkan atau meremehkan psangan kita. Mungkin dari ucapan, bahasa tubuh, tatapan mata, semua bisa mematikan perasaan pasangan kita. Tanpa disadari, kita sudah menjadi pembunuh berdarah dingin bagi pasangan kita. Hasilnya, dia pun menjadi zombie. Dalam kasus saya, sepertinya inilah yang terjadi, saya menciptakan pasangan saya seperti zombie.

Ada satu bab lagi yang menurut saya sangat menyentuh. Sebagian besar kita bersemangat untuk meningkatkan pengetahuan yang menunjang karier kita, seperti mengikuti training, seminar di luar kota, mengikuti sertifikasi, membeli buku mahal, dan membayar membership mahal untuk bergabung di asosiasi yang menunjang karier kita. Tapi mungkin sedikit sekali yang mau “dengan sadar” untuk terus meng-upgrade ilmu tentang pernikahan, seperti membeli buku tentang pernikahan, mengikuti seminar, dsb. Setidaknya saya begitu. Karena mungkin bagi sebagian besar orang timur, masalah pernikahan adalah hal tabu untuk dibicarakan, itu merupakan suatu hal natural yang tidak perlu dipelajari. Tapi dari buku ini saya mengerti banyak hal tentang pernikahan.

Seorang anak tumbuh dan berkembang tergantung dari orangtuanya, dari kualitas hubungan orangtuanya. Menurut saya, buku ini sangat penting untuk dibaca, baik yang masih single, sudah menikah ataupun bercerai (karena ada bab juga untuk yang sudah bercerai).

Kebahagiaan pernikahan tidak diantar malaikat di atas nampan emas ke hadapan Anda. You have to fight for it!

Yuk, kita sama-sama belajar membangun pernikahan yang sehat, indah dan bahagia.





Harga: Rp.64.000

jodoh dunia akhirat
Lihat Gambar!

jodoh dunia akhirat



Cinta adalah perasaan yang ajaib dan dimiliki setiap insan. Cinta menjadi rahmat yang dikaruniakan Tuhan bagi manusia. Manusia dengan berbekal akal dan hati sejatinya memiliki potensi besar mampu mewujudkan cinta kasih dengan tata cara yang terhormat. Sayangnya, era global kini membawa pengaruh negatif dengan maraknya pergaulan bebas berlandaskan nafsu berahi. Akibatnya jelas, pasangan 'kumpul kebo' tak mampu memaknai harga dan kesucian dirinya. Kesucian diri yang seharusnya dipelihara sampai menemukan jodoh yang tepat sebagai pasangan mengarungi samudera kehidupan. Krisis nurani seamsal itu menjadi bencana yang sudah saatnya dicegah dan diakhiri.

Buku berjudul 'Jodoh Dunia Akhirat' ini berisi petuah yang begitu menggugah. Diawali dengan pemaknaan cinta yang hakiki (hlm.13). Penulis menawarkan dua argumen yang sakral dan profan. Cinta secara sakral diwujudkan dengan jalinan pernikahan sesuai tata cara agama dan negara dan bernilai pahala (hlm. 16). Sedangkan cinta yang profan adalah buah tradisi pacaran yang ujungnya bila tidak hati-hati terjerumus pada dosa dan sesal (hlm. 30). Tinggal pilih yang mana, yang berdosa atau yang berpahala. Ibaratnya, cinta dan menikah seperti kendaraan dan pengemudi, yang memiliki tujuan kebahagianan lahir dan batin. Sedangkan cinta tanpa menikah seperti kendaraan tanpa pengemudi.

Penulis mendedahkan bila spirit memerbaiki dan introspeksi diri adalah cetak biru bagaimana cerminan jodoh kita. Ibaratnya, jodoh adalah wujud karakter dan akhlak diri sendiri. Sebagaimana dalam QS. An-Nur ayat 26. Bahwa guna menjemput jodoh yang terbaik. Maka diri harus jauh-jauh hari dipersiapkan; bagaimana menguasai keilmuan termasuk ilmu menikah dan parenting, kemampuan mencari nafkah, dan juga menyiapkan hati untuk mengarungi bahtera pernikahan yang tidak hanya terdapat keindahan, namun juga ada ombak dan cadas bebatuan (halaman 185).

Menikah menjadi sebuah prosesi sakral yang unik dan menarik. Ia mampu menyatukan dua insan yang berbeda menuju satu kebahagiaan yang luhur. Menikah adalah pilihan dewasa dan terhormat sebagai jembatan menuju kebahagiaan. Wajar saja Nabi Muhammad begitu menganjurkan pernikahan bagi siapa saja yang mampu, lahir dan batin. Dalam hadistnya diriwayatkan bila “siapa yang menikah, maka dia telah menyempurnakan separuh imannya. Maka hendaklah dia memelihara diri setengah sisanya”.

Selanjutnya dikisahkan, bila pacaran setelah menikah menjadi moemntum yang paling indah. Karena apapun yang dilakukan pasangan hanya menyisakan pahala dan kebaikan. Mereka melewati fase-fase kehidupan secara bersama-sama hingga melahirkan keturunan. Kehadiran buah hati akan menjadi penyempurna rajutan kehidupan rumah tangga, di mana pasangan suami-istri memiliki peran berbeda dan mulia, sebagai ayah dan ibu.

Dalam hubungan pernikahan, suami-istri pasti melewati berbagai aral dan rintang, persoalan dari yang sepele sampai besar. Penulis mengibaratkan problem dalam keluarga sebagai bumbu penyedap semakin eratnya cinta kasih pasangan. Maka apabila ada persoalan sebaiknya dibicarakan dan diselesaikan dalam biduk keluarga, antar dua pasangan itu (152). Bagaimanapun pasangan adalah orang yang paling berarti, maka sebisa mungkin ada rasa menerima apapun kekurangan pasangan.

Buku ini menjadi pedoman apik bagi generasi muda sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Dikemas dalam desain yang elegan, menggunakan gaya bahasa yang mudah dan kekinian, buku ini akan terasa renyah dibaca siapapun. Penulis berikhtiar mengampanyekan keindahan menikah bagi pasangan muda-mudi dengan seganap keuntungannya. Ketimbang sekedar menjalin hubungan pacaran yang tak jelas juntrungannya. Buku ini, meski ditulis oleh pasangan muda, namun berisi pengalaman berbobot dari berbagai sumber, ihwal bagaimana menjalin hubungan yang dinamis dan harmonis. Tak pelak, buku ini layak dijadikan referensi terutama generasi muda yang masih buta dalam pencarian identitas hubungan yang terhormat dan diridhoi Tuhan. Selamat mencoba.

- See more at: http://atjehtoday.com/content/read/1746/Pasangan-Dunia-Akhirat#sthash.0R1RMtDM.dpuf





Harga: Rp.69.000

Pages: 1 2 3

Switch to our mobile site