Selamat Datang Di www.BursaBukuBerkualitas.com ! Untuk Pemesanan Fast Respon SMS/WA 081310727398 Pin:27676E87

The Shop

LoadingUpdating...
Novel-Novel Laris

 

ghazi
Lihat Gambar!

ghazi

Di satu belahan bumi, lahir seorang lelaki yang kelak akan menjadi pemimpin terbaik kaum muslim. Dibelahan bumi yang lain, lahir pula lelaki yang akan menjadi salah satu manusia terkejam dalam sejarah.

Muhammad II Al-Fatih dan VLAD III Dracula menjadi wakil dari pertarungan haq dan bathil, antara kesultanan Ustmani dan Kerajaan Eropa Timur, dan Takdir mereka sudah digariskan untuk berbenturan sejak kelahirannya. Dan inilah kisah mereka.

Dapatkan Buku The Chronicles Of Ghazi Seri #1 Perseteruan Hidup-Mati Dracula & Muhammad Al. FatihKarya Sayf Muhammad Isa, cerita oleh: Felix Y. Siauw





Harga: Rp.69.000

tadarus cinya buya pujangga
Lihat Gambar!

tadarus cinya buya pujangga

Setelah sukses dengan sederetan novelnya yang kini berstatus Best Seller, seperti Sang Pencerah, Akmal Nasery Basral kini melahirkan "Tadarus Cinta Buya Pujangga", sebuah novel biografi BUYA HAMKA yang diramu dengan sangat apik dan keren.


Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga


Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga adalah novel biografi yang mengisahkan 30 tahun pertama kehidupan Buya Hamka (1908-1938). Dimulai dengan masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa muda seorang Malik yang penuh pembangkangan, pemberontakan.

Malik yang sering bolos sekolah, kabur sampai ke Bengkulu, menulis surat rayuan untuk kawan-kawan perempuannya sejak kecil, jadi joki kuda pacu untuk mencari uang, dll, sampai proses metamorfosis Malik menjadi penulis dengan nama pena H.A.M.K.A (Haji Abdul Malik Karim Amrullah).

Juga tentang lahirnya dua roman yang melambungkan namanya di jajaran pujangga Balai Pustaka (Tenggelamnya Kapal Van der Wijk dan Di Bawah Lindungan Ka'bah -- keduanya terbit saat Hamka berumur 30 tahun).

Novel ini juga mengisahkan pertemuan historis tiga pemuda di Bengkulu pada 1938, yaitu seorang aktivitis politik yang sedang mengalami pengasingan bernama Soekarno (usia 37 tahun), seorang China Padangpanjang yang menjadi mualaf saat dewasa dan menjadi konsul Muhammadiyah Bengkulu bernama Karim Oei Tjeng Hin (usia 33 tahun) serta seorang penulis yang namanya mulai menanjak dan sudah menunjukkan tanda-tanda akan menjadi ulama besar bernama Hamka (usia 30 tahun). Pertemuan tokoh nasional, tokoh pembauran, dan tokoh agama/kesastraan yang sangat historis.

Beberapa catatan tentang Tadarus Cinta Buya Pujangga:

1. Tadarus Cinta Buya Pujangga adalah novel tentang kisah hidup Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (1908 - 1981) yang memiliki nama panggilan populer Buya HAMKA, seorang ulama besar, pujangga, pejuang kemerdekaan, anggota konsituante, akademisi dan banyak predikat lain semasa hidupnya. Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada HAMKA pada tahun 2011. Patut dicatat bahwa ide pembuatan novel ini telah ada jauh sebelum pemberian gelar pahlawan tersebut. Dengan kata lain, Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga ditulis bukan sebagai reaksi spontan akibat Buya Hamka mendapatkan penghargaan itu melainkan sudah direncanakan sebelum penganugerahan.

2. Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga bersumber pada dua sumber samudra informasi utama yang disusun Buya Hamka sendiri, yakni otobiografi Kenang-kenangan Hidup (percetakan DE UNIE, Djakarta, 1951) dan biografi Ajahku: Riwayat Hidup Dr. H. Abd. Karim Amrullah dan Perdjuangan Kaum Agama di Sumatera (Penerbit Widjaya, Djakarta, 1958). Setelah itu baru buku-buku Buya Hamka lainnya (non fiksi maupun fiksi) dan buku-buku tentang Buya Hamka yang ditulis banyak pihak. Untuk informasi yang sangat penting ini, penulis telah mencantumkan catatan kaki pada setiap halaman yang ada sebagai acuan sumber.

3.Informasi lain untuk mempertajam tentang Buya Hamka didapatkan oleh Akmal dari keturunan beliau, khususnya anak-anak ke-7 dan ke-8, yakni H. Irfan Hamka dan Prof. Dr. Aliyah Hamka.

4. Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga tetaplah sebuah karya novel bukan riset sejarah murni, dan tidak dimaksudkan sebagai karya dengan informasi-informasi terbaru dan "belum pernah terungkap" tentang Buya Hamka. Sebagai sebuah novel, beberapa tokoh yang tidak tercatat dalam otobiografi dan biografi seperti tersebut di atas adalah fiktif yang mewakili alter ego Buya Hamka atau representasi sikap masyarakat pada lingkungan saat Buya Hamka hidup. Beberapa peristiwa mengalami dramatisasi penulisan untuk mendapatkan efek optimal penceritaan.


cover Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga


Beberapa Komentar tentang Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga oleh para Penulis lain:

"Tadarus Cinta Buya Pujangga karya Akmal Nasery Basral ini tersaji dengan bahasa yang sejalan dengan karya-karya Prof. Dr. Buya Hamka. Membaca novel ini terasa bagaikan berdialog dengan beliau ketika masih menjadi Kaum Muda yang merindukan perubahan adat yang menjerat kemajuan"
- Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, Sejarawan, penulis Api Sejarah.

"Tadarus Cinta Buya Pujangga memperkenalkan saya dengan Buya Hamka secara utuh. Dengan bahasa jernih, alur mengalir, karakterisasi tokoh kuat, dan setting sosial-budaya Minang yang meyakinkan, Akmal Nasery Basral berhasil menyuguhkan sebuah novel yang luar biasa. Tidak berlebihan kalau saya mengatakan: Akmal Nasery Basral adalah jelmaan Sang Maestro Biografi, Ramadhan KH! Tidak percaya? Silakan buktikan dengan membaca novel ini!"
- Udo Yamin Majdi, Pendiri dan Direktur Word Smart Center, penulis buku Quranic Quotient (2011).

"Akmal Nasery Basral menyuguhkan kisah tentang seorang sastrawan Islam besar bernama Buya Hamka, lengkap dengan seluruh sosok kewajarannya sebagai manusia. Kita memang diberi kesempatan untuk bersalah, maka selalu ada peluang untuk menjadi lebih baik. Pesan itulah yang kemudian ditulis oleh Akmal Nasery Basral. Dan hati saya pun gerimis."
- Intan Savitri, Kepala Divisi Penerbitan Sastra Budaya PT Balai Pustaka (Persero)

"Novel Tadarus Cinta Buya Pujangga ini merupakan karya penting yang memberi kontribusi bagi pendidikan karakter bangsa dengan cara memikat, membuat pembaca larut dalam kisah yang menggugah dan menyentuh emosi. Sarat dengan nilai-nilai spiritual yang penuh makna."
- Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, Pendiri ESQ 165.

"Buku ini mengajak kita untuk mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka, seorang ulama besar karismatik ... Dari buku ini kita belajar bahwa kesungguhan dapat membuat beliau tumbuh menjadi ulama yang amat berpengaruh dan dihormati ..."
- K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), da'i.

"Ini tidak sekadar membaca Hamka kembali. Ini seperti sebuah transformasi waktu pada pusaran hidup sang ulama-penulis yang mengajak pembaca memahami silogisme sejarah. Pada novel biografis ini, dengan piawai Akmal Nasery Basral merangkaikan narasi ruh keislaman yang sesungguhnya diperlukan saat ini."
- M. Irfan Hidayatullah, Dosen Fakultas Ilmu dan Budaya, penulis, mantan Ketua Umum Forum Lingkar Pena.

"Akmal Nasery Basral bersungguh-sungguh betul memunguti memori usang yang terserak di sana-sini tentang Buya Hamka, lalu dituliskannya dengan cara yang tak usang. Buya bagai hidup kembali di setiap lembar buku ini: sebagai anak Maninjau, pujangga Nusantara, dan ulama dunia."
- Ahmad Fuadi, penulis Negeri 5 Menara, pendiri Komunitas Menara, kelahiran Maninjau.


* * * *






Harga: Rp.64.000

novel burliyan tere liye
Lihat Gambar!

novel burliyan tere liye

Novel ini menceritakan seorang anak spesial dan nakal bernama Burlian , ia berasal dari keluarga yang kurang mampubertempat tinggal disebuah desa terpencil di Sumatera. Seminggu sebelum ia lahir mamaknya berani melempari burung dikuburan dengan potongan bara. Pada masa kanak kanak Burlian banyak mengalami pengalaman yakni ia merasa bagaimana diusir oleh para pekerja tambang secara keras karena rasa ingin tahu nya yang sangat besar. Burlian juga mempunyai pengalaman berkenalan bahkan bersahabat dengan orang jepang yakni Nakomura-San yang mengenalkan tentang informasi rasi bintang. Burlian kecil juga pernah merasakan kecewa karena batal diberikan sepeda yang dijanjikan oleh mamaknya, akhirnya ia pun dibelikan sepeda dan mengetahui bahwa untuk membelikan sepeda itu mamak harus menggadaikan cincin kawinya , sedangkan cincin kawin yang digadaikan itu hilang , dari kejadian itu ia juga menyadari seberapa besar cinta mamak kepadanya.

Tere Liye lahir dan tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera pada tanggal 21 mei 1979. Ia berasal dari keluarga sederhana yang orang tuanya berprofesi sebagai petani biasa. Anak ke-6 dari 7 bersaudara sampai saat ini telah menghasilkan 14 karya diantaranya Burlian, Pukat, Senja Bersama Rosi. Tere Liye menyelesaikan masa pendidikan dasar di SDN 2 Kikim Timur Sumatera Selatan dan SMP N 2 Kikim Timurkemudian melanjutkan ke SMA N 9 Bandar Lampung setelah selesai ia meneruskan ke Universitas Indonesia mengambil jurusan fakultas ekonomi. Dari karya- karyanya Tere Liye ingin membagi pemahaman bahwa sebenarnya hidup ini tidaklah rumit.

Unsur-unsur karya sastra buku Burlian bertemakan kasih sayang dalam keluarga dan penokohanya :
1. Burlian mempunyai watakcerdas, rasa ingin tahunya tinggi , mudah bergaul dan pemalas
2. Mamak mempunyai watak disiplin dan perhatian
3. Pukat mempunyai watak dewasa, pintar dan rajin
4. Bapak mempunyai watak sabar dan bijaksana
5. Eliana mempunyai watak pemberani, dewasa, galak (tegas)
6. Amelia mempunyai watak manja , kekanak kanakan
7. Pak bin mempunyai watak sabar, pintar, sederhana dan bijaksana

Mempunyai setting di pedalaman Kampung Sumatera dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu
Gaya bahasa atau style yang dipakai penulis menggunakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia untuk berkomunikasi , bahasanya yang sederhana dapat dimengerti oleh semua umur baik anak- anak maupun orang tua
Kelebihan novel ini sungguh menyentuh ada cerita tentang anak- anak , kreativitas persahabata , keberanian, perjuangan hidup samapi kisa cinta yang amat manis , Novel ini juga sangat memberikan semangat , novel ini menyuguhkan cerita yang tak terduga , bahkan membuat tertawa dan menangis saat membacanya struktur kata, pemilihan kanya juga tepat sehingga mudah dipahami
Kekurangan novel ini pada bab 1 kurang mengesankan , sehingga menibulkan bosan pada kesan pertama, novel ini cenderung tebal membuat si pembaca bosan ketika akan membacanya
Perbandingan dengan novel lain yang sejenis yaitu novel ini lebih bagus karena dapat dibaca untuk semua umur dan banyak pesan yang disampaikan baik segi orang tua maupun anak- anak , dan cerita ini diambil dari cerita- cerita kehidupan yang mungkin sebagian orang pernah mengalaminya
Manfaat buku ini yang cocok dibaca ole anak-anak sampai orang tua, khususnya anak anak sampai remaja, karena dari novel ini kita dapat mengetahui pahit manis kehidupan di pedalaman desa dam tau seberapa besar cinta mamak untuk anak anaknya . Masa anak anak yang begitu indah dan menyenangkan dikupas tuntas dalam novel ini, membuat kita mengingatkan akan kenangan masa anak anak dahulu.
Keuntungan membaca novel ini adalah akan membuat kita ingat akan masa anak-anak dahulu, menambah pengetahuam dan membuka hati kita betapa besar keluarga khususnya mamak kepada anaknya, yang telah dididik dari kecil hingga dewasa, serta banyak pelajaran lain yang dapat kita ambil dari kehidupan





Harga: Rp.50.000

99 cahaya dilangit eropa
Lihat Gambar!

99 cahaya dilangit eropa

Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. "Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum," ungkap Marion akhirnya.

***

Apa yang Anda bayangkan jika mendengar --Eropa--? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?

Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam. Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah --pencarian--. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya.

Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum. Lebih…sungguh lebih daripada itu.


*****

"Buku ini berhasil memaparkan secara menarik betapa pertautan Islam di Eropa sudah berlangsung sangat lama dan menyentuh berbagai bidang peradaban. Cara menyampaikannya sangat jelas, ringan, runut, dan lancar mengalir. Selamat!"
--M. Amien Rais (Ayahanda Penulis)

"Pengalaman Hanum sebagai jurnalis membuat novel perjalanan sekaligus sejarah ini mengalir lincah dan indah. Kehidupannya di luar negeri dan interaksinya dengan realitas sekulerisme membuatnya mampu bertutur dan berpikir --out of the box-- tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lil alamin."
--Najwa Shihab (Jurnalis dan Host Program Mata Najwa, Metro TV)

"Karya ini penuh nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam yang jauh maupun pada masa sekarang, ketika Islam dan Muslim berhadapan dengan realitas kian sulit di Eropa."
--Azyumardi Azra (Guru Besar Sejarah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Jakarta)

"Hanum mampu merangkai kepingan mosaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu. Lebih jauh lagi, melihat nilai-nilai Islam dalam kehidupan Eropa. Islam dan Eropa sering ditempatkan dalam stigma --berhadapan--, sudah saatnya ditempatkan dalam kerangka stigma--saling menguatkan--"
--Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar)





Harga: Rp.69.000


Switch to our mobile site