Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Karya Tere Liye

Kategori: Buku Berkualitas » Buku Bestseller » Novel Berkualitas » Republika » Tentang Kehidupan » Tentang Motivasi » Tere Liye | 1793 Kali Dilihat
Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Karya Tere Liye Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Karya Tere Liye

Jual Novel REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU Karya Tere Liye – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU lho.. Berikut sinopsis novelnya : Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut- marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 60.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #rembulantenggelamdiwajahmu
Stok Tersedia
Kg
02-08-2016
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Karya Tere Liye"

Jual Novel REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU Karya Tere Liye –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU lho..

Berikut sinopsis novelnya :

Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut- marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima Pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?


Maka apakah kita akan bertanya: Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memilki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?


Ray (tokoh utama dalam kisah ini), ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya.


Siapkan energi Anda untuk memasuki dunia Fantasi Tere-Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana. Maka mulailah membaca dengan menghela nafas lega.

 

REVIEW NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

“Sejujurnya ketika menutup buku ini, aku sedikit bingung akan menulis apa dalam review kali ini. Karena ada begitu banyak hal yang ingin aku tuliskan untuk memperlihatkan bahwa buku ini telah menawan hatiku, mengesankan jiwaku. Harus kuakui, dan mungkin ini semacam peringatan bagi yang tertarik untuk membaca, buku ini membuatku sangat lelah secara emosional. Tentu saja ini bukan hal negatif, malah sebaliknya, aku sangat menyukai tulisan-tulisan yang berhasil memutar-balikkan perasaanku secara luar biasa.

Awal membaca buku ini, aku agak bingung dengan plot yang melompat-lompat. Dimulai dari gadis yang bernama Rinai yang aku belum mengerti apa hubungannya dengan cerita ini, kemudian kondisi Rehan/Ray yang berangsur membaik dari tidur panjangnya selama enam bulan dan tiba-tiba dihadapkan dengan cerita Rehan/Ray yang sedang ada di terminal. Loh ??? iya.. memang begitu plot awal dari buku ini, tapi tak perlu bingung teruskan saja membaca.. terus.. dan terus.. nanti juga kalian yang membaca buku ini akan mengerti. Karena semua hal-hal yang membingungkan di awal buku ini akan terjawab seiring dengan bertambahnya lembaran yang telah kalian baca.

Plot buku ini, kalau boleh aku katakan adalah seperti sebuah lingkaran yang utuh dimulai dari satu titik, dan semuanya kembali berhubungan kepada titik awal. Benar-benar sebuah kisah kehidupan yang indah dan terasa sangat nyata. Aku merasa buku ini menggambarkan pahit-manis kehidupan yang sesungguhnya. Dimana manusia tidak hanya hidup untuk bersenang-senang dan hidup bahagia selamanya, tetapi juga banyak merasakan sakitnya kehilangan, melewati banyak kesulitan hidup, dan juga menghadapi takdir yang terkadang kejam.

Kalau dari segi orisinalitas ide, buku ini sebenarnya tidak menawarkan ide yang baru. Kisah seperti ini sudah terlebih dahulu dituliskan Mitch Albom pada bukunya yang berjudul The Five People You Meet in Heaven. Bahkan ada salah satu adegan antara Ray dengan si gigi kelinci di bangsal rumah sakit yang sangat mirip sekali dengan salah satu adegan Mohabbatein. Dan kalau kita cermati, khusus muslim, buku ini sebenarnya merupakan penjabaran tentang petuah-petuah agama yang sering kita dengar. Mungkin kalian pernah dengar petuah seperti ini “Apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah swt” atau mungkin hadist ini “Janganlah engkau berprasangka, karena sebagian dari prasangka adalah dosa.” atau kepercayaan kita bahwa sakit yang berkepanjangan, jika kita sabar karenanya sesungguhnya melunturkan dosa-dosa kita. Yup.. kisah dalam buku ini merangkum penjabaran dari petuah-petuah tersebut.

Tapi siapa yang peduli dengan orisinil atau tidak ide buku ini -toh memang tidak pernah ada yang orisinil di dunia ini. Bahkan pesawat saja terinspirasi dari burung- karena buku ini memang berbeda menurutku. Tere liye berusaha memberikan contoh yang real yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga efeknya sungguh sangat membekas di hati.

Contohnya adalah dengan karakter-karakter yang muncul dalam buku ini. Mereka semua bukan orang yang istimewa atau memiliki sesuatu yang spesial dalam diri mereka. Orang-orang yang diperkenalkan dalam buku ini adalah orang-orang biasa, sebiasa orang-orang yang kita temui sehari-hari. Bahkan karakter utama dalam buku ini, Ray, pada awalnya bisa dinilai sebagai orang jahat dan hancur oleh orang luar. Tapi inilah nilai tambah dari buku ini yang semakin membuatnya begitu membekas di hati. Karena kita seperti sedang melihat tingkah laku kita dan orang-orang di sekitar kita melalui buku ini.

Tentang gaya bercerita, nama Tere Liye sudah merupakan jaminan mutu kalau kita akan dihadapkan pada sebuah karya yang bagus. Sebuah karya yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik namun tidak terkesan kaku. Inilah salah satu poin plus dari aku untuk beliau. Beliau sudah membuktikan bahwa tidak perlu menggunakan bahasa slang semacam penggunaan kata-kata elu, gue atau umpatan-umpatan kasar untuk menciptakan suasana santai, akrab dan mengalir. Dalam hal ini, beliau sama juaranya dengan Andrea Hirata.

Oiya, saat aku melihat kover buku ini selintas mengingatkanku dengan kover buku-bukunya Paulo Coelho. Setuju gak? hehehhe. Sketsa rembulan dan pantai dan dominasi warna oranye, awalnya menggiringku berfikir bahwa ini adalah buku yang romantis tapi ternyata tidak, buku ini malah berisi pelajaran-pelajaran hidup yang menohokku berkali-kali.

Fiuh…

Rasanya sudah tak terhitung helaan nafasku ketika membaca buku ini. Sebuah buku yang luar biasa, yang menyentuh sisi terjahat setiap diri manusia. Buatku, sisi terjahat dari diri manusia adalah berprasangka buruk. Berprasangka buruk kepada siapa saja, bahkan juga kepada Tuhan. Karena dari berprasangka buruk itulah kita telah membiarkan hati yang mengambil alih, menduga-duga… Tidak puas menduga-duga, kita membiarkan hati mulai menyalahkan. Mengutuk semuanya. Kemudian tega sekali, menjadikan kesalahan orang lain sebagai pembenaran atas tingkah laku keliru kita.

Dan setelah membaca buku ini rasa-rasanya sekarang aku sudah tidak sanggup lagi berdoa kepada Tuhan seperti “I want it and it my Lord..” tapi cukup lah dengan “Just give me the best my Lord.” Akhir kata, terima kasih Bang Tere, bukumu ini telah mengajarkan banyak hal padaku.

“Ketahuilah, Ray, ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan.
Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur.”

(Alluna, Goodreads Indonesia)

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , , ,