Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi

Kategori: Gramedia » Novel Berkualitas » Tentang Motivasi » Tentang Remaja | 558 Kali Dilihat
Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi

Jual Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel RANAH 3 WARNA dari penerbit GRAMEDIA lho.. Berikut sinopsis novelnya : Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul.… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 78.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #ranah3warna
Stok Tersedia
0.3 Kg
15-12-2016
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi"

Jual Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel RANAH 3 WARNA dari penerbit GRAMEDIA lho..

Berikut sinopsis novelnya :

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.

Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Ke mana nasib membawa Alif? Apa saja 3 ranah berbeda warna itu? Siapakah Raisa? Bagaimana persaingannya dengan Randai? Apa kabar Sahibul Menara? Kenapa sampai muncul Obelix, orang Indian dan Michael Jordan dan Kesatria Berpantun? Apa hadiah Tuhan buat sebuah kesabaran yang kukuh?

Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa tak berkesudahan. Tuhan sungguh bersama orang yang sabar.

 

 

REVIEW NOVEL RANAH 3 WARNA

Sebelum menilai isi dari buku ini, saya telah memberikan satu bintang terlebih dahulu kepada buku ini. Mengapa?

1. Wajah sampul depan yang cukup menarik. Rumput, daun maple kering dan sepatu yang nampak lusuh dengan warna yang cukup lembut. Ya, saya suka. (Mungkin sebentar lagi ada embel-embel “National Bestseller” di sampulnya)

2. Setelah membuka sampul depan, di baliknya terdapat sebuah peta wilayah Saint Raymond, Kanada. Begitu juga dengan dibalik sampul belakang ada sebuah peta panjang dari kota Bandung dan Negara Yordania. Walau membuat saya bingung bagaimana caranya menyampul buku ini, tapi tak apalah.

3. Saya suka sekali dengan pembatas bukunya yang berbentuk daun maple berwarna kecoklatan.

4. Wow, ada ucapan terima kasih untuk Goodreads Indonesia. Terima kasih telah mengingat kami dari banyak orang/kelompok yang melingkupi hidup sang penulis.

Nah atas dasar itu, saya berikan satu bintang pendahulu untuk buku ini. Lalu bagaimana dengan isi buku ini?

1. Saya masih yakin memberikan bintang sempurna untuk buku ini hingga halaman 98. Saya cukup menyenangi kisah kasih kedua orang tua Alif kepada anaknya. Bagaimana seorang ayah yang agak kaku dalam menunjukkan kasih sayangnya kepada anak lelaki pertamanya. Hingga sang Ayah akhirnya *sensor*.

2. Lalu bagaimana setelah halaman 98? Menurut saya ceritanya tidak terlalu istimewa. Bahkan menurut saya cara berceritanya agak kurang lancar dan cukup tersendat. Namun, masih bisa dinikmati kisanya yang kali ini bertema “Man Shabara Zhafira” yang berarti siapa yang bersabar akan beruntung.

3. Dengan ‘mantra’ tersebut kita diajak untuk bersabar dalam menghadapi masalah yang kerap muncul dalam hidup. Kita disajikan sebuah cerita bagaimana Alif berjuang untuk hidup dalam rantauannya. Kuliah sambil bekerja, dimulai dari seorang ‘salesman’ keliling hingga menjadi seorang penulis. Dan pada bagian tengah hingga akhir kita bisa menyimak kisah Alif, seorang anak kampung dekat Danau Maninjau bisa menapakkan kakinya di Kanada.

4. Saya merasa kehilangan sohibul menara di buku pertamanya. Di buku ini tak terdapat kisah mereka. Buku ini benar-benar sangat berfokus kepada tokoh Alif. Semua perhatian tertuju kepadanya. Yah saya berharap di buku berikutnya akan kembali ada kisah mereka.

Baiklah, untuk isinya saya berikan tiga bintang saja. Hasil akhirnya 4 bintang untuk buku ini. Ditunggu film adaptasi dari Negeri 5 Menara. Dan juga buku terakhir dari trilogi ini. Kira-kira apa yah judul dan mantra yang menjiwai bukunya nanti. Kita tunggu saja dan salute untuk Uda Fuadi!”

(Harun Harahap, Goodreads Indonesia)

=============================

Sangat menikmati membaca halaman demi halaman buku ini. Banyak belajar mengenai bagaimana bermimpi, tanpa batas, dan mencoba mewujudkannya. Masing-masing kita, tanpa terkecuali, berpotensi untuk mewujudkan mimpi yang sekalipun sepertinya tidak mungkin.

Bahasanya mudah dicerna. Meskipun terdapat beberapa bahasa Arab, dan bahasa Inggris dan Prancis (khusus di bagian di mana Alif mewujudkan mimpinya ke Kanada), sama sekali tidak mengganggu, malah semakin enjoy membacanya karena menjadi seperti bumbu penglaris.

Bermimpilah setinggi-tingginya. Tentukan masa waktu untuk mencapai mimpi tersebut. Gambarkan langkah-langkah menuju ke sana. Banyak bergaul, belajar, atau bahkan berguru kepada orang-orang yang akan memudahkan kita mencapai mimpi tersebut. Berhenti mencari alasan untuk menyerah. Terakhir dan paling penting: tingkatkan ibadah dan komunikasi/silaturrahim dengan orang tua/keluarga.

Man shabara zafira. Sabar, tetap berusaha, dan hasilnya percayakan kepada Yang MahaKuasa.

Btw, entah mengapa, saya berkeinginan sekali ketemu Mado dan Ferdinand. Betapa mereka merupakan orang tua yang sungguh baik terhadap Alif Levine. Semoga saat ini mereka dalam keadaan sehat di sana. Love you both, Mado et Ferdinand. Semoga kita bisa bertemu :-).”

(Alisyah Samosir, Goodreads Indonesia)

=======================================

Wow, akhirnya buku yang ditunggu-tunggu ini kelar juga saya baca.
Ga tahan dengan bahasan suami dan adek saya yang udah nyamber duluan buku ini, saya akhirnya menyudahi buku ini dengan senyum gembira.

Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari A. Fuadi yang promonya dimana-mana bakal jadi best seller.
Seperti buku pertamanya, Negeri 5 Menara yang menjadi best seller, saya tak ragu lagi akan banyak orang menyukai buku Uda Fuadi yang kedua ini.

Kalo di Negeri 5 Menara kita melihat cerita Alif Fikri dan teman-teman Pondok Madani dengan mantra “Man Jadda wajada”, dalam buku kedua ini, Alif diceritakan memasuki masa dewasa dimana ia meneruskan pendidikannya dengan mantra baru “Man Shabara Zafira”.

Awalnya saya ngerasa bingung dengan cover buku juga pembatas buku yang dihadiahkan buku ini. Cover buku terlihat sepatu hitan dan untuk pembatas buku serupa daun. Ternyata, kalian wajib membaca buku ini dulu untuk tau apa arti dibalik semua itu. Cover itu adalah si Hitam, sepatu dari kulit jawi yang diberikan Ayah Alif sebelum Alif pergi merantau ke Bandung untuk kuliah. Daun? ya, pembatas bukunya unik, serupa daun yaitu daun maple khas negeri Kanada, tempat akhirnya Alif meraih mimpinya menginjak benua Amerika.

Diceritakan Alif akhirnya mengikuti ujian persamaan SMA untuk mandapatkan ijazah setara SMA sampai belajar sangat tekun dan rajin untuk mengikuti UMPTN untuk masuk kuliah sesuai harapan Alif. Akhirnya Alif diterima berkuliah di universitas negeri di Bandung dengan jurusan Hubungan Internasional, karena ia ingin lebih menguasai bahasa. Banyak hal yang dilalui Alif untuk bisa mengejar mimpi-mimpinya. Dengan ekonomi keluarga yang sulit ditambah dengan kepergian Ayah Alif yang tak pelak membuat saya ingin menangis dan meneteskan air mata, Alif harus bisa sekuat tenaga meneruskan hidupnya dan meraih mimpinya ke benua Amerika.

Alif akhirnya harus kerja keras, mulai dari mengajar privat hingga berjualan dari rumah ke rumah demi meneruskan kuliahnya. Sangat beruntung Alif bertemu dengan Bang Tigor, sang guru menulis Alif. Tidak hanya belajar menulis, Alif menemukan banyak pelajaran berharga dari Bang Togar.

Cerita dalam buku kedua ini ga cuma cerita Alif mengejar mimpi-mimpi ke Amerika, tapi juga tak luput dari cerita percintaan. Alif akhirnya jatuh cinta pada seorang wanita yang satu kampus dengannya dan juga mereka berdua berkesempatan ke Kanada, tapi sayang seribu kali sayang, Alif harus berjuang untuk mandapatkan hati Raisa, terutama dari Randai, sahabat sepermainan Alif dari kecil.

Saya merasa buku ini luar biasa.
Buku ini memberikan motivasi besar untuk mengejar semua mimpi dan cita-cita.
Tidak cuma bermimpi, tapi kisha ALif mengajarkan kita bagaimana cara untuk bisa meraih mimpi. Tidak hanya dengan berusaha sekuat tenaga tapi juga kesabaran.

Dari semua tokoh pendamping Alif dalam buku ini, favorit saya adalah Rusdi :)
Entah kenapa, saya merasa Rusdi ini membuat buku ini terasa lebih menarik lagi. Lucu, nasionalisme tinggi tapi juga seniman.

Bagi yang belum baca, bacalah… segera… :) “

(Nike, Goodreads Indonesia)

 

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Novel RANAH 3 WARNA Karya Ahmad Fuadi

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

Dapatkan BONUS KHUSUS bagi yang belanja minimal 2 buku di BursaBukuBerkualitas

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , ,