Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye

Kategori: Gramedia » Novel Berkualitas » Tentang Kehidupan » Tere Liye | 1872 Kali Dilihat
Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye

Jual Novel NEGERI DI UJUNG TANDUK Karya Tere Liye – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel NEGERI DI UJUNG TANDUK lho.. Berikut sinopsis novelnya : Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 83.500
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #negeridiujungtanduk
Stok Tersedia
0.3 Kg
22-01-2016
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel Negeri Di Ujung Tanduk Karya Tere Liye"

Jual Novel NEGERI DI UJUNG TANDUK Karya Tere Liye –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel NEGERI DI UJUNG TANDUK lho..

Berikut sinopsis novelnya :

Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.

Di Negeri di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.

Tapi di Negeri di Ujung Tanduk setidaknya, kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan.

REVIEW NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK

“Sekuel dari Novel Negeri Para Bedebah tapi dengan kasus yang berbeda, hanya saja disini klimaks Thomas untuk berdamai dengan masa lalu.

Awalnya agak ragu memberli buku ini, karena setelah melihat review dari beberapa teman di Goodreads yang negatif. Tapi, karena niat awal adalah membaca semua buku Tere Liye, walhasil kemaren akhirnya disempetin membelinya juga bersama dengan Sang Penandai.

Setelah baca, menurut saya ini lebih bagus dibanding Negeri Para Bedebah, buku ini klimaksnya. Banyak momen momen yang membuat tenggorokan tercekat. Dan tentu saja ini klimaksnya, dimana akhirnya Thommy memaafkan secara tulus Om Liem, Om Liem yang akhirnya tobat, semua cerita kakek Thommy itu dibuktikan dengan kemunculan Lee, kehangatan keluarga dan tentu saja runtuhnya musuh bebuyutan Thommy.

Well, lagi lagi semua orang mempunya pendapat berbeda beda..

Disini banyak yang ‘lucu’ dalam arti, banyak kaitan dengan dunia nyata di Indonesia. Seperti calon presiden yang didukung Thommy yang dulunya Gubernur dan berinisial JD. Siapal lagi kalau bukan Jokowi Dodo.. ^^

Kasus pembangunan gedung olahraga, yang menurut saya sesuai dengan Kasus Wisma Atlet di Indonesia.

Dengan buku ini saya berharap Indonesia akan bersih jadinya dengan hilangnya mafia hukum.. ^^

Berikut beberapa quote yang ada dalam Negeri di Ujung Tanduk..

Di negeri di ujung tanduk, kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi

Di negeri di ujung tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian

Tapi di negeri di ujung tanduk, setidaknya, Kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis darah seluruh badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan

Kau tahu, Thomas, masalah terbesar bangsa kita adalah: penegakkan hukum. Hanya itu sesederhana itu. Jika hukum benar-benar ditegakkan di muka bumi negeri ini, banyak masalah bisa selesai dengan sendirinya

Siapa yang sebenarnya memiliki sebuah partai politik? Karena lihatlah, bukankah ada banyak partai politik di negeri ini yang tidak ubahnya seperti kerajaan. Pucuk pimpinannya adalah ratu, mewarisi kedudukan itu dari orangtuanya, dan orangtuanya mewariskan posisi itu ke anak-anaknya? Lantas orang-orang di sekitarnya adalah keluarga dekat, kerabat, sanak famili, yang bisa merangsek ke posisi penting tanpa harus susah payah meniti karir politik. Apa kata ratu, semua anggota harus dengar. Apa kata ratu, semua anggota harus tunduk. Omong kosong semua kongres, musyawarah, rapat, dan sebagainya. Omong kosong. Titah ratu adalah segalanya, di atas seluruh anggota partai. Ini membingungkan. Apakah partai itu sebuah kerajaan? Bukan lembaga paling demokratis di alam demokrasi?

Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasanya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, kita akan tumbuh menjadi seseorang yang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh. Seperti jalan hidupmu. Orangtuamu dibakar, masa kanak-kanak dan remajamu penuh kesedihan, dibebani kenangan abu orangtua. Tapi lihatlah, kau menjadi seseorang yang begitu gagah, amat membanggakan.

Apakah ada di dunia ini seorang politikus dengan hati mulia dan niat lurus? Apakah masih ada seorang Gandhi? Seorang Nelson Mandela? Yang berteriak tentang moralitas di depan banyak orang, lantas semua orang berdiri rapat dibelakangnya, rela mati mendukung semua prinsip itu terwujud? Apakah masih ada?

“…bahwa bagi kami, politik tidak lebih adalah permainan terbesar dalam bisnis omong kosong, industri artifisial penuh kosmetik yang pernah ada di dunia.”

Quote yang benar benar menyentil adalah yang satu ini. Menunjukkan bahwa orang orang yang masih peduli dengan orang lain semakin sedikit.

Jarak antara akhir yang baik dan akhir yang buruk dari semua cerita hari ini hanya dipisahkan oleh sesuatu yang kecil saja, yaitu kepedulian. Begitu juga hidup ini, Thomas. Kepedulian kita hari ini akam memberikan perbedaan berarti pada masa depan. Kecil saja, sepertinya sepele, tapi bisa besar dampaknya pada masa mendatang. Apalagi jika kepedulian itu besar, seperti yang dilakukan Opa-mu terhadapku, lebih besar lagi bedanya pada masa mendatang.

Yang sempat membuat tenggorokan tercekat adalah puisi yang satu ini.

Nasihat Papa tentang Om Thomas

Kata papa, bahkan bila terbakar hangus seluruh keluarga kita
Jangan pernah berhenti peduli
Walaupun terfitnah kejam keluarga kita
Hingga rasanya sakit menembus hati,
Jangan pernah berhenti berbuat baik

Anak-anakku,
Jadilah orang-orang yang berdiri gagah di depan,
Membela kebenaran dan keadilan.
Jadilah orang yang berdiri perkasa di depan,
Membantu orang-orang yang lemah dan dilemahkan.
Atau jika tidak, berdirilah di belakang orang-orang yang melakukannya,
Dukung mereka sekuat tenaga

Maka, seluruh kesedihan akan diangkat dari hati,
Seluruh beban akan terasa ringan.
Karena akan tiba masanya orang-orang terbaik datang,
Yang bahu membahu menolong dalam kebaikan.
Akan tiba masanya orang-orang dengan kehormatan hadir,
Yang memilih jalan suci penuh kemuliaan.

Percayalah,
Dan jangan pernah berhenti percaya,
Meski tak ada lagi di depan, di belakang, kiri-kananmu yang tetap percaya

***”

(Fizah, Goodreads Indonesia)

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Novel NEGERI DI UJUNG TANDUK Karya Tere Liye

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , ,