Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi

Kategori: Gramedia » Novel Berkualitas » Tentang Islami » Tentang Motivasi » Tentang Remaja | 558 Kali Dilihat
Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi

Jual Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel NEGERI 5 MENARA dari penerbit GRAMEDIA lho.. Berikut sinopsis novelnya : Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 70.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #negeri5menara
Stok Tersedia
0.3 Kg
15-12-2016
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi"

Jual Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel NEGERI 5 MENARA dari penerbit GRAMEDIA lho..

Berikut sinopsis novelnya :

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.

 

 

REVIEW NOVEL NEGERI 5 MENARA

MAN JADDA WA JADA!!!

Kalimat dari bahasa arab ini berarti: “Siapa yang bersungguh-sungguh, akan BERHASIL”. Kalimat ini dilang berkali-kali dalam buku ini hingga mendiami bagian relung di otak saya. Sehingga setelah saya menyelesaikan buku ini, energi positif langsung menjalari tubuh saya.

Kisah persahabatan dengan sudut pandang pertama, Alif Fikri atau Ahmad Fuadi, di sebuah pesantren modern Madania atau lebih dikenal dengan Gontor ditulis dengan bahasa yang apik, segar dan membuat saya enggan untuk berhenti menikmati setiap potongan-potongan kalimat yang ada.

Di beberapa bab, khususnya tentang hubungan Alif dangan Amaknya dan Baso dengan Amaknya membuat hati saya bergetar. Kagum dengan sikap Amak Alif yang sangat idealis serta Takjub dengan apa yang Baso lakukan untuk neneknya.

Novel Negeri 5 Menara ini membuat saya teringat masa kecil saya, dimana Ayah saya pernah bahkan sering selama bertahun-tahun membujuk saya untuk masuk ke Pesantren Gontor. Namun, ternyata Takdir menjadikan saya seorang PNS.

Saya iri dengan kisah mereka. Saya iri dengan kesungguhan mereka dalam menuntut ilmu. Saya iri dengan Kepintaran mereka dalam berbahasa. Mudah-mudahan saya bisa menggantikan rasa iri saya menjadi sebuah motivasi untuk menjalankan hidup dengan lebih baik lagi.

Saya sebenernya ingin memberikan 5 bintang, tapi saya masih bertanya-tanya kenapa judulnya Negeri5 Menara?? Mungkin buku kedua dan ketiganya bisa menjelaskannya dan bisa membuat saya menaikkan rating satu bintang lagi untuk buku ini.

SALUTEEEEEE!!!!”

(Harun Harahap, Goodreads Indonesia)

==============================

One of the must read books of the year. Buku ini sangat inspiratif dan membangkitkan semangat juang kepada siapapun yang membacanya.

Cara penlisan buku ini mengalir, jernih, dan lugas. Ciri khas tulisan wartawan yang berusaha memberikan gambaran apa adanya tentang suatu kejadian dimasa lampau.

Saya adalah Non Muslim. Tapi saya sangat menikmati buku ini. Menurut saya Negeri 5 Menara membuka mata saya tentang islam dengan filosofi dibaliknya. Buku ini lintas agama,dan suku.

Selama ini saya selalu berpikir bahwa pondok memberikan pelajaran agama saja- kuno, dan kaku. Tapi ternyata, dari buku ini saya mempelajari bahwa selain agama, para muridnya juga diberikan bekal pelajaran lain untuk memperkaya wawasan-nya.

Buku ini juga menjelaskan bahwa di pondok, para Murid diajarkan untuk menerima talenta yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka, karena tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda. Jika kamu melakukan sesuatu dengan relatif mudah dengan hasil yang memuaskan, disitulah talenta kamu berada. Jadi bukan melulu semua orang harus jago ilmu pasti untuk berhasil dalam hidup ( kepercayaan yang masih dipenggang teguh oleh kebanyakan masyarakat Indonesia).

Karakter-karakter dalam buku ini juga luar biasa, sangat hidup. Ketakutan-ketakutan Alif ketika berada di suatu komunitas yang berbeda, rasa sedih dan sepi jauh dari keluarga, ataupun rasa bahagia ketika Alif mendapat wesel dari keluarganya bisa dengan jelas kita rasakan.

This book deserves a two thumbs up!! Highly recommended. Khususnya untuk mereka yang menyukai buku yang membangkitkan jiwa juang. Man Jadda Wajada!! Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses!!

NB: Selama membaca buku ini, saya jadi sering makan masakan Padang…hahaha”

(Clara, Goodreads Indonesia)

=========================

“Inti hidup adalah kombinasi antara niat ikhlas, kerja keras, doa, dan tawakkal.

Negeri 5 Menara merupakan salah satu bacaan paling berpengaruh bagi hidup saya. Cerita Alif Fikri selama ‘mondok’ di Pondok Madani, yang awalnya sebuah keterpaksaan lalu berubah menjadi kesyukuran, memberikan saya banyak inspirasi.
Buku inilah yang membuat saya ingin memiliki ukhuwwah seperti Sahibul Menara, yang membangkitkan minat saya terhadap karya sastra seperti Menara 4 dan 5, yang membuat saya rajin menekuni kamus Inggris-Indonesia karangan J. Echols seperti Menara 2, yang membuat saya selalu memiliki prinsip saajtahidu fauqa mustawal akhar seperti Menara 1, yang membuat saya ingin menjadi seorang penghafal Alquran seperti Menara 6, dan yang membuat saya berani bermimpi untuk sekolah di luar negeri, meskipun saya ‘hanya’ lulusan pesantren seperti Menara 2, 3, dan 4. :)
Terimakasih, bang Fuadi, you’re truly an inspiration!

“Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.””

(Nurul Atiqah Muhammad, Goodreads Indonesia)

=================================

Sungguh membaca buku ini membuat pikiran saya kembali terbang ke masa2 MAN saya dahulu. Hidup di asrama dengan segala peraturan ketatnya yang sangat islami dan benar-benar DISIPLIN tak kalah dengan sekolah-sekolah militer. Sekolah saya, Insan Cendekia mengadopsi sistem pesantren dan menerapkan beberapa nilai yang juga dijabarkan di buku ini.

Sungguh mengesankan mengingat betapa besarnya semangat juang para anak pesantren ini dalam menghadapi ‘penggojlokan’ iman, jiwa dan raga dalam ‘penjara suci’. Ketika iman diuji, kejujuran dipertanyakan dan juga kebersihan hati dinilai. Semua murid dengan keikhlasan tinggi berjuang untuk mendapatkan yang terbaik. ‘Man jadda wa jada’ benar-benar menjadi motivasi yang terus menerus terpatri dalam hati. Dengan segala kenangan yang ada, sungguh air mata ikut menitik ketika membaca upacara pelepasan lulusan. Tidak ada ijazah. Menuntut ilmu adalah ikhlas tidak mengharapkan apapun.

Yang tak kalah membuat saya kagum dari sistem pesantren yang dijabarkan dalam buku ini adalah prinsip keikhlasan yang dimiliki tiap civitas. Murid belajar dengan ikhlas untuk menuntut ilmu meski tanpa ijazah. Para guru dan kyai yang mengajar di sana tidak mengharapkan uang sepeser pun. Hanya pengabdian yang menggerakkan hati mereka untuk kembali ke sekolah tempat mereka belajar dahulu dan berbagi ilmu untuk diamalkan. Wallahu ‘alam sungguh penerapan nafas-nafas Islam begitu terasa.

Buku ini memberikan kita gambaran nyata tentang apa yang terjadi di balik tembok pesantren. Sistem yang dulu saya anggap hanya mengajarkan masalah agama saja mulai pudar. Pesantren mengajarkan santrinya untuk belajar lebih banyak dan MENGAMALKAN ilmunya. Berbasis pada keikhlasan, pesantren dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat dengan biaya minim. Tanpa birokrasi dan dana yang entah lari kemana. Sungguh, sistem pesantren ini apabila dapat diterapkan secara luas, saya rasa kemajuan anak bangsa akan lebih baik. Pendidikan benar-benar ada karena guru yang ikhlas mengamalkan ilmunya. Murid takdzim pada gurunya dan benar-benar menuntut ilmu karena Allah. Sungguh apabila jiwa pesantren ini mengakar dalam bangsa Indonesia, tiada pernah lagi ada kata korupsi, birokrasi berkepanjangan dan juga keserakahan pribadi.”

(Roswita Muntiyarso, Goodreads Indonesia)

 

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Novel NEGERI 5 MENARA Karya Ahmad Fuadi

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

Dapatkan BONUS KHUSUS bagi yang belanja minimal 2 buku di BursaBukuBerkualitas

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , ,