Novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan Karya TASARO GK

Kategori: Bentang Pustaka » Buku Bestseller » Novel Berkualitas » Tentang Islami » Tentang Kehidupan | 749 Kali Dilihat
Novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan Karya TASARO GK Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan Karya TASARO GK

Jual Novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan Karya TASARO GK – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan dari penerbit BENTANG PUSTAKA lho.. Berikut sinopsis novelnya : Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 99.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #muhammad1
Stok Tersedia
0.4 Kg
18-05-2016
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan Karya TASARO GK"

Jual Novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan Karya TASARO GK –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan dari penerbit BENTANG PUSTAKA lho..

Berikut sinopsis novelnya :

Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cari dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yatsrib, sang Kota Cahaya.

Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad.

Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hinga Tibet.

REVIEW NOVEL MUHAMMAD 1 Lelaki Penggenggam Hujan

Allahumma shalli ‘aala Muhammad wa aali Muhammad,

Semua karena cinta.
Di halaman dedikasi, alasan penulis menulis novel Biografi Muhammad adalah karena cinta.
Saya membaca kisah Muhammad Rasulullah juga karena cinta.

Setiap membaca kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad, selalu terbetik dalam hati, jadi apakah saya jika hidup sezaman dengan Rasulullah. Apakah saya termasuk orang-orang yang pertama-tama berserah diri, ataukah menjadi penentang Nabi yang paling fanatik.

Apakah kira-kira yang akan dikatakan Rasullullah, ketika melihat para penghujatnya masa kini, yang menghina, menfitnah, dan membuat karikaturnya. Terbayang olehku, dia hanya akan tersenyum dan berkata “Mereka tidak mengerti” karena Rasulullah adalah manusia yang paling pemaaf, yang paling menyerap sifat ArRahman Tuhannya.

Apakah kira-kira yang akan dikatakan Rasullulah, ketika melihat orang yang mengaku sebagai pembelanya masa kini, yang bereaksi marah, mengamuk, dan anarkis atas semua hujatan itu. Akankah senyum merekah diwajahnya atau kekecewaan yang terbayang ?. Mereka tidak mengerti.

Kenang, kenanglah Fathul Makkah, wahai pengikut. Fathul Makkah yang dikisahkan dengan sangat manis dan menyentuh di dalam Novel ini, Fathul Makkah yang menjadi kemenangan terindah dan sempurna. Kisah Fathul Makkah yang juga menjadi ending yang sempurna dalam buku ini.

Tak sabar ingin membaca kelanjutan buku ini. Mengingat kembali tentang Haji Wada’ ketika wahyu disempurnakan, dan moment ketika Rasullullah berkata ‘Baiti Jannati, Rumahku adalah Surgaku’

Juga ingin tahu tentang kelanjutan kisah Kasvha, sang pencari kebenaran yang terdampar di Tibet.

Ditunggu. Kutunggu. sementara itu….

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad”

(Nila, Goodreads Indonesia)

====================================

“Diet, membaca buku Tasaro ini..butuh waktu ya. Emosi bisa diaduk sama dia. Gue pengen ketemu dgn Sang Pembelah Bulan itu. Padahal ini baru halaman 17, emosi gue udah begini”
Sms dari teman saya, Ari, semalam begitu dia memulai membaca buku ini. Saya membalasnya dengan, ” Sabar, Ri..Rasa ingin menggenggam rindu akan tertanam sampai kata terkahir di buku itu.”

Terus terang, sampai sekarang saya masih merasa sulit untuk menulis review buku ini.
Entah karena memang tidak mudah, entah karena saya belum ingin kehilangan rasa rindu yang saya punya ketika membaca buku ini.
Saya tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata betapa saya ingin berada dalam masa itu.
Berjuang bersama beliau, Sholat berjama’ah dengan beliau sbg imamnya, mendengarkan khotbah2nya, atau kalau seperti Ari bilang, sekedar berpas2an di tengah jalan dan mendapat sapaan, “Assalammu’alaykum!” dari beliau (tapi membayangkan mendapat sapaan seperti itu rasanya saya akan langsung pingsan terharu sebelum sempat membalasnya, phuifh).
Mengetahui bagaimana para sahabat benar-benar mengobarkan seluruh jiwa raga dan harta demi membela agama tercinta dan menjadi sahabat Kekasih Allah di surga.
Membayangkan dari bbrp tempat di seluruh dunia menanti kedatangannya dengan berbagai ekspektasi seperti yang diceritakan di bab awal buku ini

Rasa rindu yang semakin ingin tergenggam dalam setiap pujian yang ditulis Tasaro sebagai julukan bagi Rasulullah SAW.
Saya bisa merasakan betapa Tasaro sangat mencintai Nabi Akhir Jaman ini melalui bahasa yang ia gunakan di buku ini.
Sangat indah, membuat saya tidak rela untuk menyelesaikan buku ini karena ingin terus menggenggam cinta yang tertuai.

Walaupun hanya diceritakan sebagian dari hidup beliau yang sangat berharga, kita diajak mengenal betapa lembut namun tegasnya perangai beliau.
Betapa enggannya beliau memulai perang jika tidak sangat terpaksa.
Betapa cerdasnya pikiran beliau dalam membuat strategi tanpa bermaksud menyakiti dalam-dalam hati para musuh.
Betapa bersahaja nya beliau di mata para sahabat, di mata musuh, bahkan di mata Raja Heraklius yang terang-terangan berkata di depan Abu Sofyan, lelaki yang membenci Lelaki yang Santun Tutur Katanya sampai ke ubun-ubun, ingin membasuh kedua telapak kaki beliau.

Saya yang baru saja mulai belajar untuk mengenal, memahami dan mempelajari Islam merasa sangat beruntung menemukan buku ini.
Seperti juga yang dikatakan Ari, teman saya, membaca buku ini, bukan lagi logika yang bermain, tapi iman.

Saya jadi penasaran akan bagian fiksi dari buku ini yang menceritakan petualang Kashva dari Persia mengitari India, Tibet menuju tanah Yatsrib demi menemui Sang Pembelah Bulan
Surat-surat antara Kashva dengan El, dialog dan perdebatan dengan Astu, pertengkaran batin Kashva
Sungguh indah dan berisi..entah bagaimana jadinya jika Kashva benar-benar bisa bertemu dengan Lelaki Kekasih Allah

Jadi, bagaimana Mas Tasaro? berani menjawab dengan buku kedua nya?

Untuk sementara, saya akan menanti sambil membaca petualangan Kinanthi
Yup, i’ve become one of your Fans
^_^

03-May-2010

review waktu baru aja selesai baca (23-April)
ga tau mau nulis review apa…
masih pengen ngerasain dada yang penuh sesak selama baca buku ini..

( Sweetdhee, Goodreads Indonesia )

================================

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui.” Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.” (QS Ali Imran 3;81)

Ayat itu lah yang terlintas dalam benak saya ketika pertama kali membaca prolog novel Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan (MLPH) karya Tasaro GK.

Ya!

Novel itu dibuka dengan penceritaan dari lima tempat yang berbeda. Dari Persia sampai Barus. Kesemuanya menceritakan tentang seorang lelaki yang dijanjikan akan datang untuk menyelamatkan umat manusia menurut versi masing-masing lokal.

Dan seperti yang tertera pada halaman persembahan, bahwa novel ini ditulis karena cinta kepada lelaki yang dijanjikan itu. Siapa lagi kalau bukan lelaki yang bila disebut namanya membuat rasa rindu menggelayuti sanubari, seorang lelaki yang namanya lebih tua dari umur dunia ini, dialah Rasullulah tercinta: Muhammad s.a.w.
(Saya menyarankan anda untuk membaca sebuah tulisan dibagian akhir buku ini yang berjudul Jejaring Muhammad)

Sungguh membaca novel ini saya dapat merasakan kecintaan sang penulisnya terhadap Rasulullah s.a.w. di setiap lembarnya. Dan getar cinta itu begitu kuatnya sehingga mampu memengaruhi dan mengaduk-aduk emosi pembacanya (setidaknya saya).

Membaca novel itu seolah-olah saya dapat melihat sosok Al-Barzanji pada sosok penulisnya. Betapa tidak Tasaro menggunakan SP kedua dalam penceritaannya (sebuah SP yang sangat tidak biasa) sehingga ketika kita membacanya seolah-olah sedang bercakap-cakap dengan Lelaki Yang Jernih dan Terjaga Hatinya tersebut.

Novel yang (konon katanya) merupakan dwilogi ini selain menceritakan sirah tentang Rasulullah, juga menceritakan perjalanan Kashva seorang cendekiwan Persia dalam mencari seseorang yang berjuluk Lelaki Penggenggam Hujan. Sehingga novel ini memiliki dua alur yang berbeda. Yang sampai akhir novel ini kedua alur itu belum juga mengeling kecuali terhadap sebuah nama: Ruzabah r.a.

Saya berharap untuk segera dapat membaca jilid keduanya. Menunggu nasib akhir perjalanan Kashva. Kemunculan sahabat pena Kashva pemuda Kristen Nestorian yang bernama Elyas. Ruzabahkah, ia?

Ketika membayangkan nasib akhir Kashva, saya teringat sebuah hadist yang menyebutkan bahwa seorang yang terbaik pada masa jahiliyahnya, maka akan menjadi yang terbaik pada masa Islamnya.

Dari sisi penokohan, Novel ini kuat. Banyak tokoh-tokoh yang membuat saya tertarik. Lihatlah tokoh Yim yang penuh rahasia, Astu kasih tak sampai Kashva, Mahsya, sampai Xerxes putra Astu. Tasaro menggambarkan tokoh-tokoh ini dengan kuat.

Saya dengan senang hati memberikan nilai bitang empat setengah untuk novel ini. Karena bagi saya ini novel yang berada diatas rata-rata.

Kalaupun ada kekurangan dari novel ini, tidaklah ia mengurangi nilai novel ini secara signifikan. Hanyalah dari sisi diksi yang sedikit mengurangi kadar kesastraan novel ini. Pada beberapa tempat penulis masih menggunakan kata non baku seperti : mengumpet (Hal 110) atau juga kata-kata serapan seperti: berkontribusi (Hal 45), terkonfirmasi (56), dan kontroversi (73).

Pada menjelang akhir ada tertulis Ikrimah bin Abu Lahab seharusnya Ikrimah bin Abu Jahal (yang ini tanggung jawab proofreader)

Hal lain yang juga perlu saya sampaikan adalah sependek pengetahuan saya, bahwa yang membawa berhala ketanah Mekkah adalah Amr ibn Luaiy bukan Qushay ibn Kilab leluhur Lelaki Suci yang Nasabnya Terjaga itu, seperti yang tertera dalam novel ini.

Wallahu ‘Alam”

( Lamun Lamuna, Goodreads Indonesia )

================================

Sebuah novel mengenai Muhammad yang cukup menumbuhkan rasa rindu untuk bertemu dirinya. Seorang Rasul Allah yang ingin kita pinta selalu nasihat dan petunjuknya. Tasaro menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok yang tinggi dan suci. Menurut saya ini bisa menjadi sebuah kelebihan atau kekurangan. Saya pribadi lebih menyukai buku tentang Muhammad karya Martin Lings. Muhammad dalam bukuk itu digambarkan layaknya manusia biasa, manusia yang bisa kita sentuh dan genggam.

Lebih indah kemungkinan kisah ini jika ditulis sejak Muhammad lahir. Tidak hanya peperangan saja yang dijadikan topik utama. Hidup Beliau bukanlah hanya mengenai peperangan. Banyak sisi menarik dari kehidupan Muhammad yang bisa diceritakan lebih jauh. Kehidupan kanak-kanaknya, ketika ia berdagang membantu Khadijah atau kehidupan bersama istri dan anak-anaknya.

Kelebihan dari novel ini adalah ada sebuah kisah tentang Kashva, seorang Pemindai Surga dari negri Persia. Dengan tujuan untuk memurnikan agama Zhardust, dia menerima kepahitan hidup. Diperangi oleh penguasa Persia, pelarian pun dilakukan demi mencari seorang sosok. Muhammadlah yang ia cari, ajarannya dianggap dapat memurnikan ajaran Zhardust. Namun hingga akhir, mereka belum bertemu. Mungkin di buku kedua?

Jika anda menginginkan buku yang lebih menceritakan Muhammad sebagai orang biasa, bacalah karya Marin Lings. Jika anda lebih menyukai yang ada sentuhan fiksinya, bacalah karyua Tasaro ini. Salute atas usaha Tasaro dalam membuat novel tentang Muhammad!”

(Harun Harahap, Goodreads Indonesia )

 

 

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , ,