Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO

Kategori: Haru » Novel Berkualitas » Tentang Misteri | 300 Kali Dilihat
Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO Reviewed by Bursa Buku Berkualitas on . This Is Article About Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO

Jual Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel GIRLS IN THE DARK dari penerbit HARU lho.. Berikut sinopsis bukunya : Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…? Gadis itu mati. Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 59.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #girlsinthedark
Stok Tersedia
0.3 Kg
19-04-2017
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO"

Jual Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel GIRLS IN THE DARK dari penerbit HARU lho..

Berikut sinopsis bukunya :

Sinopsis Novel GIRLS IN THE DARK Karya AKIYOSHI RIKAKO

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

Kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

REVIEW NOVEL GIRLS IN THE DARK

 

Girls in The Dark bercerita tentang tragedi yang terjadi di sebuah kelompok sastra. Siapa sangka, kelompok yang dianggap sangat bergengsi di sekolah ini ternyata banyak menyimpan misteri. Semuanya berawal dari kematian ketua klub ini, Shiraisi Itsumi. Shiraisi Itsumi ditemukan meninggal terjatuh dari gedung sekolah dengan membawa bunga lily of the valley. Semua mengira bahwa Itsumi meninggal karena bunuh diri, namun keberadaan bunga lily itu meyakinkan masing-masing anggota klub bahwa Itsumi mati karena dibunuh.

Satu minggu setelah tragedi itu, kelompok sastra mengadakan pertemuan untuk mengenang kematian Itsumi. Enam anggota kelompok yang tersisa akan mengenang itsumi dengan cerita pendek yang mereka buat. Cerita pendek tentang siapa yang kira-kira membunuh Itsumi diantara anggota klub sastra tersebut.

Namun, siapa sangka masing-masing melontarkan tuduhan kepada satu sama lain. Dan di malam itu, tidak hanya persepsi masing-masing yang diutarakan. Masa lalu kelam dari masing-masing anggota pun terungkap. Semua anggota klub sastra memiliki rahasia yang hanya Shiraisi Itsumi ketahui, dan itulah alasan mengapa mereka bergabung dalam klub sastra itu. Semuanya memiliki dendam dan ambisi.

Lalu siapa yang sebenarnya membunuh Itsumi, dan apa pula arti dari bunga liliy of the valley yang dibawanya? Rasanya tidak pantas bila akhir cerita ini dicantumkan dalam tulisan ini. Sudah menjadi ciri bagi Akiyoshi Rikako untuk membuat akhir yang tak terduga, sebuah twist yang tidak akan pernah dipikirkan pembacanya.

Namun, ada kalanya saat mebaca satu persatu cerita yang dibacakan masing-masing anggota membuat bosan. Terlebih ketika cerita dari orang pertama memiliki pola yang sama dengan cerita orang kedua sampai orang keenam. Yah, meskipun pada bagian ini justru merupakan bagian penting yang mengungkap rahasia masing-masing anggota klub.

Secara keseluruhan, Girls in The Dark ini cukup menyenangkan untuk dibaca. Bahasa tutur yang enak untuk dibaca serta cerita yang cukup menegangkan dari halaman pertama, memberi poin menarik tersendiri. Dan seperti ciri Akiyoshi Rikako, ending-nya pun sangat tak terduga, sehingga mampu membuat pembaca terdiam. Saya rasa itulah kelebihan sang penulis yang merupakan lulusan dari Universitas Waseda, salah satu universitas paling bergengsi di Jepang.

Di negara asalnya, novel Girls in The Dark ini memang sangat populer. Kabar menyenangkannya, di tahun 2017 ini film adaptasi dari novel ini akan segera diputar di bioskop. Hal ini membuktikan bahwa selain cerdas dalam menyusun alur cerita, Akiyoshi Rikako juga mampu mengetahui selera pembaca di Jepang.

Jadi, tertarik untuk membaca karya-karya dari Asia Timur? Saran saya, kalian bisa memulai dengan bacasaja Girls in The Dark!

( http://bacasaja.com/resensi-girls-in-the-dark-rahasia-anggota-klub-sastra/ )

 

Kesan awal saat membaca sinopsis novel ini aku sudah penasaran banget, bayangkan sudah sejak awal kita dipaparkan mengenai kisah pembunuhan Itsumi, sang Ketua Klub Sastra. Kematian Itsumi membuat gempar seluruh sekolah, khususnya Klub Sastra, apalagi salah satu dari 6 gadis anggotanya dicurigai sebagai pembunuh Itsumi.

Hingga kemudian, untuk mengenang kematian Itsumi, Sayuri sahabat sekaligus wakil ketua Klub Sastra mengadakan pertemuan rutin sesama anggota Klub Sastra. Ritual yang mereka sebut sebagai Yami-Nabe, sebuah ritual pembacaan cerita pendek dari masing-masing anggota Klub Sastra dengan hidangan makanan yang mereka sama sekali tidak tahu dan dalam keadaan gelap. Yang mengejutkan adalah saat sesi pembacaan cerita pendek itu masing-masing anggota ternyata membuat analisis mereka mengenai kematian Itsumi. Apa yang sesungguhnya terjadi, benarkah Itsumi memang dibunuh?

Novel ini KEREN sekali, aku benar-benar ketagihan saat membacanya, terus membuka halaman demi halaman dan tidak ingin berhenti hingga akhir. Novel ini dibagi menjadi prolog, 6 cerita pendek dari masing-masing anggota dan epilog. Sejak prolog saja, suasana yang dibangun sudah sangat mencekam sekali, aura “dark”nya begitu terasa sekali. Aku seperti sedang berada bersama anggota Klub Sastra mengikuti ritual Yami-Nabe.

Saat satu demi satu cerita pendek dibacakan, aku dibuat makin penasaran dengan sosok Itsumi sesungguhnya. Sosok Itsumi ini begitu kuat sekali, hanya dari cerita para anggota klub sastra, aku bisa membayangkan sosok Itsumi yang “sempurna” dan dominan sekali. Membaca kisah anggota klub sastra mengenai Itsumi ini juga begitu mendebarkan, karena mereka ternyata membuat analisis-analisis sendiri yang berbuah kesimpulan mengenai salah 1 dari mereka sebagai tersangka pembunuh Itsumi dan apa motifnya.

Jujur awalnya aku bingung menebak siapa gerangan pembunuhnya, apalagi masing-masing anggota punya alibi dan motif masing-masing yang bisa menjadikan mereka sebagai tersangka. Tetapi perlahan-lahan ketika aku mulai menikmati kisah ini, dugaanku semakin menjurus ke 1 orang. Walau memang aku bisa menebaknya, tetapi endingnya tetap menjadi twist yang cukup mengejutkan sekali, apalagi ternyata penulis memilih ending lain yang jauh diluar perkiraanku. Ending yang sukses menutup novel ini dengan baik.

Sayangnya, karena novel ini dibangun dari beberapa sudut pandang, aku merasakan ada “warna” yang sama dalam setiap cerita, tidak ada pembedanya. Setiap cerita seperti sudah punya kerangkanya masing-masing, dimulai dari latar belakang mereka berkenalan dengan Itsumi, masuknya mereka ke Klub Sastra, hingga kesimpulan mereka mengenai siapa yang membunuh Itsumi dan motifnya. Tetapi, penulis cukup sukses membangun karakter tiap tokoh yang membedakan satu dengan yang lainnya, mereka punya ciri masing-masing.

Semakin dalam aku membaca kisah ini, aku dibuat makin penasaran dengan kisah kematian Itsumi ini dan wow puncaknya saat membaca cerita milik Itsumi, sang Ketua Klub Sastra yang meninggal, adrenalin makin bertambah. Penulis benar-benar sukses membuatku sebagai pembaca ikut hanyut dalam kisah ini dan bisa merasakan ketegangan yang semakin lama kian memuncak.

Terjemahannya juga cukup rapi dan mengalir, tidak terkesan kaku, sehingga aku bisa membacanya hanya beberapa jam saja. Puas sekali membaca novel ini dan tidak akan ragu untuk membaca karya lainnya.

Overall, walau novel ini bukanlah cangkir tehku, tapi aku sukses dibuat terkagum-kagum dengan ceritanya. Seru dan menegangkan. REKOMEN BANGET buat kamu penyuka kisah misteri :)

( Rizky, Goodreads Indonesia )

 

Butuh waktu sedikit lama sebelum saya paham ending-nya. Lalu, setelag membaca ulang dua lembar terakhir, saya merasa terkejut. Sial!

Kalau bukan karena ending-nya yang sungguh tidak terduga, mungkin tidak akan jadi bintang 5.

Sekarang, saya mual beneran karena menunda makan setelah terhanyut novel mengerikan ini hingga membacanya sampai selesai

Novel mengerikan itu yang bisa menyeret kondisi psikilogis pembaca.

Ini salah satunya.

(Muhajjah Suratini, Goodreads Indonesia)

=============================================================

FAST RESPON di  SMS/WA : 08986508779 atau LINE : @bursabuku

=============================================================

GRATIS ONGKIR hingga Rp 15.000 untuk setiap pembelian buku diatas Rp 150.000

=============================================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

=============================================================

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , , ,