Novel BINTANG Karya TERE LIYE

Kategori: Gramedia » Novel Berkualitas » Tentang Remaja » Tere Liye | 638 Kali Dilihat
Novel BINTANG Karya TERE LIYE Reviewed by Bursa Buku Berkualitas on . This Is Article About Novel BINTANG Karya TERE LIYE

Jual Novel BINTANG Karya Tere Liye – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel MATAHARI dari penerbit GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA lho.. Berikut sinopsis novelnya : Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar. Namaku Raib,… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 88.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #bintang
Stok Tersedia
0.3 Kg
05-06-2017
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel BINTANG Karya TERE LIYE"

Jual Novel BINTANG Karya Tere Liye –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel MATAHARI dari penerbit GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA lho..

Berikut sinopsis novelnya :

preorder novel bintang karya tere liye

Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.

Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.

Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar”-nya. Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…

BONUS MERCHANDISE EXCLUSIVE YANG GAK AKAN KAMU DAPATKAN DI TOKO LAIN

CUPLIKAN ISI NOVEL BINTANG

“Kami pulang terlambat sekali setelah bertemu dengan Miss Selena di ruangan guru BP sekolah. Bertiga, menumpang angkutan umum berwarna kuning. Hanya kami isi angkot itu.

Ali terlihat bersungut-sungut, dia masih tidak terima Miss Selena melarang kami menggunakan Buku Kehidupan untuk membuka portal dunia paralel.

Pukul dua siang, di luar kendaraan terasa panas. Ali membuka jendela angkot lebar-lebar. Gerah. Jalanan macet, berisik suara klakson sesekali meningkahi suasana. Di perempatan depan, bertambah pula masalah kami. Dua orang laki-laki dewasa, mungkin usianya sekitar tiga puluh tahun, dengan pakaian semrawut, rambut berantakan, naik ke atas angkutan. Mereka sepertinya preman kota yang belakangan sering mengganggu penumpang kendaraan umum.

Seli berbisik, bilang apakah kami sebaiknya bergegas turun. Dua penumpang ini menatap kami tajam, mengancam. Belum sempat aku menyetujui pendapat Seli, dua preman itu telah beranjak duduk, membuat kami terpojok di bagian belakang angkot. Mengunci kami, tidak bisa kemana-mana. Salah-satu dari mereka berbisik kasar mengancam.

“Keluarkan uang kalian.”

Aku terdiam, menelan ludah. Seli pias, memegang lenganku. Ali justeru nyengir lebar, balik bertanya, “Eh, kalian serius mau memalak kami?”

Dua preman itu tentu saja serius. Mereka mengacungkan pisau ke arah kami. Sementara sopir angkot sepertinya tidak tahu apa yang terjadi di belakang, dia sibuk nyelip kesana-kemari di tengah macet.

“Serahkan uang kalian!” Preman itu mendesak.

Ali kali ini tertawa kecil, “Ini benar-benar menarik, setelah tadi menyebalkan di sekolah, sekarang sebuah kejutan. Maksudku, ada ribuan kendaraan umum di kota ini, kalian harus naik angkot ini, lantas menodong Raib dan Seli? Kalian apes sekali.”

Aku menyikut Ali, menyuruhnya diam. Si Biang Kerok ini selalu saja santai dalam banyak hal.

“Tapi ini benar loh, Ra. Mereka sial sekali. Bukan maksudku karena kita tidak bawa uang sama sekali. Melainkan mereka tidak tahu sedang menodong siapa.” Ali tetap tertawa.

Dua preman itu nampak marah melihat tawa Ali yang menyepelekan, mereka mengacungkan pisau lebih dekat. Hanya lima senti dari wajahku. Seli menjerit ngeri. “Tutup mulutmu, anak ingusan, serahkan uang atau aku lukai temanmu, hah!”

Splash. Aku tidak punya pilihan. Aku telah memegang lengan Seli dan Ali. Tubuh kami menghilang, untuk sesaat splash, kami bertiga telah muncul di belakang sebuah bangunan yang sepi. Aku memutuskan melakukan teknik teleportasi. Darurat. Kami memang dilarang menggunakan kekuatan kami sembarangan, tapi dengan dua pisau mengancam, menghindari keributan bisa dikecualikan.

“Ini tidak seru, Ra!” Ali langsung protes saat kami muncul, “Kamu harusnya mengirim pukulan salju berdentum ke dua preman tadi.”

Apanya yang tidak seru, aku melotot. Telat menghilang sedetik, bisa panjang urusan di angkot tadi. Pukulan berdentum. Itu ide buruk. Kami akan jadi tontonan satu kota.

“Dan kamu seharusnya menyambar mereka dengan petir, Seli! Bukan malah ketakutan.” Ali sekarang menoleh. Wajah Seli masih pias, berpegangan kepadaku.

Sementara di angkot, dua ratus meter dari lokasi kami sekarang, dua preman itu sedang sibuk meraba-raba kursi dan dinding angkot, tangan mereka menggapai-gapai udara kosong. Wajah mereka bingung. “Coy, kemana mereka?” Temannya bertanya gugup. “Aku tidak tahu. Tadi masih di sana kan, Coy?” “Tidak ada, mereka menghilang…. Jangan-jangan.” “Jangan-jangan apa?” Temannya menimpali. “Jangan-jangan mereka mahkluk jejadian.” Dua preman itu terdiam, saling tatap, lantas bergegas lompat turun dari angkot. Lari secepat mungkin.”

(Sumber : Fanspage TERE LIYE )

 

 

=============================================================

FAST RESPON di  SMS/WA : 08986508779 atau LINE : @bursabuku

=============================================================

GRATIS ONGKIR hingga Rp 15.000 untuk setiap pembelian buku diatas Rp 150.000

=============================================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

=============================================================

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , ,