Novel ANGKATAN BARU Karya Buya Hamka

Kategori: Buku Murah Dibawah Rp 50.000 » Gema Insani » Novel Berkualitas » Tentang Kehidupan | 692 Kali Dilihat
Novel ANGKATAN BARU Karya Buya Hamka Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Novel ANGKATAN BARU Karya Buya Hamka

Jual Novel ANGKATAN BARU Karya BUYA HAMKA – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual novel ANGKATAN BARU dari penerbit GEMA INSANI lho.. Berikut sinopsis novelnya : Ini dia satu lagi karya sastra buah pemikiran Hamka yang penuh motivasi dan inspirasi. Novel bertajuk Angkatan Baru ini merupakan hasil… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 27.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #angkatanbaru
Stok Tersedia
0.2 Kg
29-12-2015
header 728 x 90 3
Detail Produk "Novel ANGKATAN BARU Karya Buya Hamka"

Jual Novel ANGKATAN BARU Karya BUYA HAMKA –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual novel ANGKATAN BARU dari penerbit GEMA INSANI lho..

Berikut sinopsis novelnya :

Ini dia satu lagi karya sastra buah pemikiran Hamka yang penuh motivasi dan inspirasi. Novel bertajuk Angkatan Baru ini merupakan hasil pengamatan Hamka dari kehidupan masyarakat Minangkabau, berpadu renungan, penderitaan, dan keluhan di zaman itu. Novel ini menggunakan gaya bahasa Melayu yang juga menjadi ciri khas Hamka dalam deretan karyanya. Daya ingat kita seolah diajak membayangkan suasana Minangkabau di Tanah Sumatra. Novel yang berbalut cover cokelat ini berisi perpaduan antara kentalnya adat dan gelora jiwa muda yang terjerat zaman modern.

Dengan bernas dan sangat menarik, Hamka menyoroti tingkah pemuda yang mengenyam pendidikan tinggi. Namun, tidak sedikit para pemuda yang berpendidikan tinggi itu enggan bersusah payah bekerja. Andaikan bekerja, gajinya harus tinggi sesuai dengan jenjang pendidikan yang diraih. Melalui novel ini, Buya Hamka ingin menyampaikan sebuah pesan. Beliau ingin menekankan bahwa pendidikan tinggi bukanlah untuk gaji atau status sosial saja, melainkan juga untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat sekitar.

Membaca dan meresapi makna kisahnya, akan memberi “tamparan” pada kaum muda agar mata hatinya terbuka tentang hakikat berpendidikan tinggi yang sesungguhnya. Bukan hanya meninggikan gengsi bermodalkan gelar pendidikan tinggi. Buku ini juga memberikan pelajaran bagi orang tua agar tidak hanya memberikan ruang bagi Buah Hati untuk bersekolah, tapi juga ajarkan mereka untuk terjun langsung dalam masyarakat. Agar menjadi anak yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, maupun sekitarnya.

Dialah Syamsiar, gadis Minangkabau yang baru pulang dari Padang usai menyelesaikan sekolah menengah bergelar diploma. Ia dipandang hormat oleh keluarga dan sekitar kampungnya karena telah alim, pintar, dan berpendidikan tinggi lulusan sekolah agama. Namun, tabiat aslinya kurang sesuai bagi orang bergelar diploma. Perangainya agak buruk. Syamsiar seorang pemalas, congkak, anti masak di dapur, dan hanya gemar membaca kisah roman karangan orang Tionghoa yang membuainya pada cinta negeri dongeng. Ibu, mamak, atau adik-adiknya-lah yang menyiapkan segala keperluannya. Terkadang bersama teman sekolahnya dulu—Rohani, ia kerap bercakap-cakap dan bersenda gurau dengan gembiranya.

Pekerjaan dengan gaji selangit berbonus fasilitas karena gelar diplomanya pun tak kunjung didapat. Khayalan anak muda saat di sekolah dulu, masih me-ninabobo-kannya hingga ia memasuki hidup yang sesungguhnya kini. Bertani, berniaga, dan sejenisnya terasa tidak cocok dengan gelarnya. Gengsi terasa jatuh. Lambat laun, Ibu dan mamaknya mulai jemu dengan tingkah Syamsiar itu. Ibu dan mamaknya berniat mencarikannya jodoh, mengingat akan dibawa ke mana anak gadis selain sekolah dan bekerja? Syamsiar beberapa kali menolak lamaran yang datang. Ia hanya ingin menikah dengan laki-laki yang sehaluan dengannya, berpendidikan sama, kalau perlu dari kalangan pemimpin.

Bak gayung bersambut. Hasan yang juga lulusan sekolah agama walau hanya sampai kelas tujuh karena keterbatasan biaya, tinggal di kampung yang tak jauh dari kampung Syamsiar. Hasan sedikit lebih berpikiran jauh ke depan. Awalnya khayalan dan kesenangan kaum muda pernah di benaknya. Namun, kini ia berusaha mendirikan sekolah kecil di kampungnya setelah lelah ke sana ke sini mencari pekerjaan di pelosok Sumatra. Mendengar kemasyhuran nama Hasan sebagai Mubaligh bergelar diploma agama, Syamsiar hendak mendekatinya dalam sebuah perayaan di kampung. Keluarga mereka pun saling bertukar selidik tentang asal-usul keluarga hingga pertunangan tiba. Mereka pun menikah.

Babak baru angan muda-mudi dalam biduk rumah tangga pun dimulai. Di sini, Buya Hamka membuat alur konflik yang mengusik rasa penasaran pembaca. Pernikahan yang dibayangkan Syamsiar seperti dalam kisah roman yang dibaca, diterapkan pula di rumah tangganya. Bersolek, bermanja-manja, bercumbu, dan merayu, itulah kesehariannya kini. Memasak, merapikan rumah, mencuci pakaian, semuanya diurus Ibu, mamak, dan adik-adiknya. Sebab setelah menikah, Syamsiar pun memboyong keluarganya ke rumah baru.

Kian hari, Hasan makin jenuh dengan kelakuan sang istri. Entah mau dibawa ke mana rumah tangga mereka kalau kebiasaan Syamsiar hanya begitu saja. Hasan pun mulai bertindak tegas. Ia tak lagi meladeni kemesraan Syamsiar di rumah. Hasan lebih sering di luar rumah demi mengurus sekolah kecilnya yang belakangan ditinggali satu atau dua murid. Syamsiar jadi berprasangka buruk dan hilang cintanya pada Hasan. Berpalinglah hatinya pada Syamsuddin, kawan lama di sekolah dulu. Kedekatan mereka berawal dari syair indah karya Syamsuddin di surat kabar yang dibaca Syamsiar. Saling bertukar surat menjalin kedekatan pun terjadi. Hasan mengetahui gelagat mencurigakan dari isi surat-surat itu. Lalu, seperti apakah kelanjutan ceritanya? Temukan kisah lengkapnya hanya di Novel Angkatan Baru karya Hamka yang sangat layak Anda baca!

 

REVIEW NOVEL ANGKATAN BARU

Kritikan sosial pak HAMKA kepada golongan mahasiswa. Malahan kalau tidak diketahui siapa dan apa, sudah tentu ramai akan menyangka ini tulisan terkini. Golongan lepasan universiti yang merasa besar diri dan enggan menggauli masyarakat sungguh ketara kini. Hanya sibuk mengarang puisi cinta ingin bercandu persis Qays dan Laila tanpa ingin terjun kedalam kecamukan masyarakat. Malah dirasa semakin besar diri pula dengan segulung kertas. Padahal jika tiada mampu ilmu itu membawa kebaikan dan perubahan kepada masyarakat maknanya sia sialah usaha seseorang itu. Sungguh terasa juga sindiran pak HAMKA pada hati ini. Ilmu itu sia sia tanpa amal(bakti kepada masyarakat) ibarat pohon tak berbuah .

(Eimad, Goodreads Indonesia)

 

“Satu karya berbentuk teguran kepada anak muda yg berpendidikan tinggi/mahasiswa dan pasangan yg berkahwin muda. Syamsiar adalah contoh kebanyakan pemuda pemudi yg hanya sekadar belajar menerusi kitab dan guru tetapi tidak cakna terhadap keadaan masyarakat pada ketika itu. Hasan pula segera insaf akan mentalitinya semasa belajar di sekolah tingginya dahulu dan menggunakan ilmunya yang ada utk mengajar walaupun untungnya tidak banyak. tidak lupa juga dengan adat yg menjadi salah satu faktor kepincangan dalam rumah tangga. Angkatan Baru saya kira sebuah buku yg mudah dan ringkas utk dibaca oleh org zaman ini kerana masih relevan.”

(Hafizah, Goodreads Indonesia)

 

“Setiap buku Hamka yang saya baca, akan ada satu ayat yang paling win sampai saya ingat ayat tu untuk memudahkan saya quote in the future. Dalam buku ini ayatnya berbunyi

“Dahulu anak-anak perempuan tidak laku kerana bodohnya, sekarang rupanya tidak laku lantaran pintarnya.”

Kalau sempat baca satu buku sahaja tahun ini, bacalah buku ni. Saya beri lima bintang.”

(Nurul Atiqah Muhammad, Goodreads Indonesia)

 

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Novel ANGKATAN BARU Karya BUYA HAMKA

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,