Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya Buya Hamka

Kategori: Buku Murah Dibawah Rp 50.000 » Gema Insani » Stok Habis » Tentang Islami » Tentang Kehidupan | 881 Kali Dilihat
Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya Buya Hamka Reviewed by bursabuku on . This Is Article About Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya Buya Hamka

Jual Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya BUYA HAMKA – Kamu udah punya buku KEREN ini belum? Kami jual buku DARI LEMBAH CITA CITA dari penerbit GEMA INSANI lho.. Berikut sinopsis bukunya : Kata Hamka: “Ada orang yang hidup. sampai tubuhnya di dalam kubur. sampai tulang hancur di dalam tanah,… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 33.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #darilembahcitacita
Stok Habis
0.2 Kg
29-12-2014
header 728 x 90 3
Detail Produk "Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya Buya Hamka"

Jual Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya BUYA HAMKA –

Kamu udah punya buku KEREN ini belum?

Kami jual buku DARI LEMBAH CITA CITA dari penerbit GEMA INSANI lho..

Berikut sinopsis bukunya :

Kata Hamka: “Ada orang yang hidup. sampai tubuhnya di dalam kubur. sampai tulang hancur di dalam tanah, namanya dan hidupnya pun turut habis dengan tubuhnya. tidak menjadi peringatan orang lagi. Sebab hidupnya tidak berhaluan. Ada pula orang yang tambah hilang jasmaninya. tambah timbul kehidupannya. tambah digali orang, tambah diperiksa orang. diselidiki dan ditilik. Sehingga kian habis badannya itu, kian hidup namanya.”

“Orang yang pertama, lebih banyak hidupnya sehingga menarik nafas turun naik, buat dia sehingga itulah darah hidup. Orang itu takut mati, kerana mencintai hidup. padahal di waktu hidupnya juga dia telah mati. Tetapi orang yang kedua, yang menyelidiki alam dan mendapat dalam penyelidikannya itu, dialah orang yang tidak takut mati lantaran mencari hidup. Maka hiduplah dia walaupun sudah mati.”

 

 

REVIEW BUKU DARI LEMBAH CITA CITA

Pemuda! Tepat sekali perkataan Rasulullah saw.,”Pemuda itu adalah satu bagian dengan gila”. Dengan kegilaannya, ia mengadakan yang belum ada.

Bermula dari kedatangan dua orang pemuda yang penuh gelora menyalakan api semangat membangun Tanah Air. Dialah Drs. Zainul Yasni dan seorang temannya, bertanya pada Buya Hamka mengenai rahasia sukses kejayaan bangsa Arab di bawah Kerasulan Nabi Muhammad saw. Padahal hanya dalam waktu 23 tahun saja, bangsa Arab menjadi negeri yang besar, kuat, dan memiliki riwayat gemilang hingga berabad-abad lamanya.

Mengawali penjelasannya, Prof. Dr. Hamka menerangkan beberapa ingatannya dari buku yang pernah ia baca tentang kemakmuran beberapa negara berawal dari semangat kaum muda. Advokat muda dari Afrika Selatan, pemuda Sun Yat Sen dari daerah Hsiang Shan di Provinsi Kwantung, beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi di Leiden salah satunya Hatta berusia 25 tahun, dan Soekarno berusia 28 tahun dari Indonesia. Merekalah pemuda bangsa dari negara asalnya yang berjiwa kuat mempertahankan tanah kelahirannya, tanah airnya tercinta. Tepatlah bagi Hamka untuk menuliskan perkataan Rasulullah bahwa pemuda itu menggunakan kegilaannya sebagai alat mengadakan sesuatu yang belum ada. Namun, bukan berarti kaum muda ini menciptakan sesuatu yang masih misteri, melainkan hanya membangkitkan sesuatu yang masih tersembunyi.

Menilik kembali rahasia besar kejayaan bangsa Arab, Prof. Dr Hamka mengulas lebih dalam pada sosok pemuda utusan Allah Azza wa Jalla. Dialah Nabi Muhammad saw. Bangsa Arab yang pernah mengalami masa kegelapan bernama Jahiliyah, berhasil bangkit menuju masa pembebasan dari belenggu perbudakan, penyembahan berhala, dan perebutan kekuasaan antar kaum. Dimulai pengangkatannya sebagai Rasulullah, Nabi Muhammad saw. melepas semua ikatan penderitaan itu dengan membawa agama Islam sebagai kepercayaan yang rahmatan lil’alaamiin. Hijrah dari Kota Mekah menuju Madinah demi menyebar agama Islam dan mengenalkan adanya Tuhan Yang Esa, Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan bumi beserta isinya, Allah lah yang menggerakkan segala yang terjadi di dunia dan alam akhirat.

Pengikut Rasulullah saw. kala itu pun sebagian besar diisi oleh para pemuda. Kaum muda yang penuh semangat berapi-api berjuang memerdekakan diri dengan agama dan negerinya. Ketika itu, ajaran pertama yang diberikan Rasulullah adalah ilmu tauhid. Dengan menanamkan kehadirat Allah dalam jiwa manusia, niscaya segala perintah dan larangan-Nya akan didengarkan dan diterapkan. Diikuti selanjutnya dengan ajaran mengenai perintah sholat, puasa, zakat, dan naik haji. Itulah yang menggenapi kelima rukun Islam.

Nabi Muhammad saw. juga membangun negerinya di masa penyebaran Islam yang disertai dengan keimanan. Percaya pada keenam rukun iman yang meliputi iman pada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, nabi-nabi, pada hari akhir, dan pada takdir. Sekuat jiwa dan raga, para pemuda terdahulu selalu menanamkan hal ini dalam membangun bangsa hingga beratus-ratus tahun lamanya, sejak Rasulullah wafat. Di sinilah kuncinya, membawa agama Islam dalam kehidupan bernegara, menghadirkan Allah ke dalam jiwa manusia terutama kaum muda dengan beribu cita dan semangat juang. Menggunakan “kegilaan” nya dengan jalan yang lurus, sesuai petunjuk Illahi Robbi.

Melalui buku Dari Lembah Cita-Cita ini, Buya Hamka mengajak kita untuk menyuarakan kepada para pemuda bahwa sematkanlah Allah, Nabi Muhammad, dan Islam dalam hati. Amalkanlah dalam kehidupan, niscaya negeri ini—Tanah Air Indonesia akan senantiasa makmur sebagaimana yang telah dialami pemuda-pemuda terdahulu pengikut Rasulullah saw.

Negara yang merdeka, dibangun berpuluh-puluh tahun. Maka dari itu, para pemuda harus membina cita-cita dalam sanubari mereka. Cita-cita seperti apa? Asa untuk membangun dan mempertahankan negeri agar tetap merdeka sesuai hakikatnya, dengan arti yang sebenarnya. Memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya, membawa Islam sebagai pedoman dan penggerak hidup kita dalam mempertahankan kokohnya negeri. Hingga mewariskannya kepada anak dan cucu, saat masa senja tiba hingga raga tak lagi bernyawa. Yang tinggal hanyalah nama. Sejauh mana kontribusi kita sebagai umat Islam, sekaligus warga negara Indonesia dikenang generasi selanjutnya.

Buku Dari Lembah Cita-Cita inilah yang merekam jejak sejarah Prof. Dr. Hamka dalam perjuangan menebar semangat bagi kaum muda.Terutama yang mendapat didikan Islam dan di awal masa kemerdekaan. Buku ber-cover kuning kecokelatan bak sinar mentari di atas tanah tandus ini, akan membuat generasi muda menambah porsi semangat juang dalam membela agama dan bangsa. Setidaknya, dimulai dari diri sendiri. Menumbuhkan kecintaan pada Sang Pencipta, seiring langkah mempertahankan kemerdekaan negeri.

( http://gemainsaniblog.wordpress.com )

 

 

==========================================

Cara Cepat Pesan / Beli Buku DARI LEMBAH CITA CITA Karya BUYA HAMKA

Caranya hubungi kami di WA/LINE : 0898.6508.779 dan PIN BB : 5872795E
=============================================================

Untuk stok buku yang HABIS. Silahkan hubungi kontak kami di SMS/WA : 08986508779. Nanti akan kami bantu untuk mencarinya di gudang supplier.

=========================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,