Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO Karya SUZUKI TOMOKO

Kategori: Haru » Komik Bagus » Tentang Kehidupan | 231 Kali Dilihat
Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO Karya SUZUKI TOMOKO Reviewed by Bursa Buku Berkualitas on . This Is Article About Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO Karya SUZUKI TOMOKO

Jual Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO Karya SUZUKI TOMOKO – Kamu udah punya novel KEREN ini belum? Kami jual Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO dari penerbit HARU lho.. Berikut sinopsis bukunya :   Meskipun penakut, Tomoko punya sifat yang kuat dan nekat. Hal itu membuat kehidupan sehari-harinya menjadi sebuah petualangan seru.… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 54.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #dailylifofclumsytomoko
Stok Tersedia
0.3 Kg
13-05-2017
header 728 x 90 3
Detail Produk "Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO Karya SUZUKI TOMOKO"

Jual Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO Karya SUZUKI TOMOKO –

Kamu udah punya novel KEREN ini belum?

Kami jual Buku DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO dari penerbit HARU lho..

Berikut sinopsis bukunya :

sinopsis buku the daily life of clumsy tomoko

sinopsis buku the daily life of clumsy tomoko

 

Meskipun penakut, Tomoko punya sifat yang kuat dan nekat.

Hal itu membuat kehidupan sehari-harinya menjadi sebuah petualangan seru.
Dia sebenarnya ingin mencoba tester makanan di supermarket, tapi takut mengulurkan tangan.

Dia juga takut mempersilakan orang tua untuk duduk di kereta.

Dia lemah kalau harus membuat panggilan telepon.

Apa kamu pernah seperti itu?
Yuk, nikmati keseharian Tomoko yang penuh warna dan petualangan ini!

REVIEW BUKU DAILY LIFE OF CLUMSY TOMOKO

Daily Life of Clumsy Tomoko menceritakan kehidupan sehar-hari Tomoko yang dipenuhi dengan ketakutan dan kekhawatiran. Buku yang berisi ilustrasi ini dibagi menjadi 6 bagian; Chapter 1: Pagi, Siang, dan Malam Harinya si Penakut, Chapter 2: Si Penakut Berbelanja, Chapter 3: Jam Makan Siang si Penakut, Chapter 4: Fashion si Penakut, Chapter 5: Si Penakut Kencan dengan Taruhan Nyawa, dan Chapter 6: Perjalanan ke Luar Negeri si Penakut. Dalam review ini, aku akan membahas beberapa bagian yang menurutku menarik dan juga sisi kehidupan Tomoko yang sedikit banyak mirip dengan kehidupanku XD.

↓↓↓↓↓↓

Chapter 1: Pagi, Siang, dan Malam Harinya si Penakut menceritakan keseharian Tomoko dimulai dari bangun siang, terpengaruh berita ramalan, gugup saat berpapasan dengan tetangga, dan berbagai macam kejadian lain. Pada bagian ini, aku sangat bisa relate dengan gambar di atas, yaitu saat berpapasan dengan orang—terutama saat melihat orang yang dikenal, tetapi tidak terlalu akrab. Aku selalu bingung apakah harus mengucapkan salam tetapi kemudian takut orang tersebut tidak mengenaliku. Jadi seperti Tomoko, terkadang aku berharap orang tersebut lebih baik tidak melihat ke arahku XD

Bagian selanjutnya, Chapter 2: Si Penakut Berbelanja, menceritakan pengalaman berbelanja Tomoko yang tidak pandai berinteraksi dengan penjaga toko, sering kesulitan mengambil keputusan, hingga merasa bersalah saat keluar dari sebuah toko tanpa membeli apa pun.

↓↓↓↓↓↓

Chapter 3: Jam Makan Siang si Penakut menggambarkan beberapa pengalaman Tomoko saat pergi makan ke luar sendirian. Dan salah satu hal yang membuatku tertawa adalah saat Tomoko memikirkan macam-macam cara untuk memperlihatkan bahwa “Aku tidak senggang!” sewaktu makan sendirian di sebuah restoran XD. Jika aku mengalami hal yang sama seperti Tomoko, sepertinya aku akan melakukan pilihan nomor 1: yaitu serius membaca buku saat sedang sendirian di sebuah kafe atau restoran.

Kejadian lain yang juga pernah aku alami sebelumnya ada di Chapter 4: Fashion si Penakut, saat Tomoko berjalan menuju pojok kosmetik di mall dan ditawari untuk mencoba salah satu produk. Seperti gambar di atas, penjaga toko biasanya akan menjanjikan satu dua hal tentang kosmetik tersebut; dan meskipun tidak merasakan bedanya, aku biasanya akan mengiyakan saja apa yang dia katakan ^^; Bagian ini juga menceritakan pengalaman Tomoko di salon dan juga usahanya untuk menurunkan berat badan.

↓↓↓↓↓↓

Chapter 5: Si Penakut Kencan dengan Taruhan Nyawa berisi tentang kejadian saat Tomoko akan pergi berkencan dan ketakutan yag ia alami melalui prosesnya. Seperti gambar di atas, Tomoko akan merasa khawatir saat pesan yang ia kirim tidak kunjung mendapat balasan; ia akan merasa khawatir apakah ia telah mengatakan sesuatu yang salah dan kemudian membaca ulang apa yang telah ia tulis. Dan seperti gambar di bawah, Tomoko juga memiliki banyak kegalauan yang lain selama pergi berkencan.

Di bagian terakhir, Chapter 6: Perjalanan ke Luar Negeri si Penakut, mengilustrasikan apa saja yang terjadi saat Tomoko pergi ke luar negeri. Dan seperti bagian-bagian sebelumnya, Tomoko tetap memiliki banyak ketakutan dan juga rasa canggung yang adalah bagian dari kepribadiannya.

Buku ini sangat tipis dan bisa aku selesaikan dalam satu kali baca. Aku menikmati kisah Tomoko karena aku bisa relate dengan apa ia rasakan dalam beberapa ceritanya. Banyak kisah Tomoko yang berhasil menghibur dan membuatku tertawa karena sikapnya yang lumayan absurd di beberapa situasi. Bagi yang suka membaca komik atau sedang mencari bacaan ringan, mungkin kalian bisa mencoba membaca buku ini :)

( Goodreads Indonesia : Stefanie)

“Si penakut itu, karena hal kecil saja, bisa sedikit-sedikit senang. sedikit-sedikit sedih. Karena itu, setiap hari terasa mendebarkan!”

Sudah lama sekali buku (J-Toon) ini ada di shelf “to-read” saya tapi baru Sabtu lalu kesampaian membelinya di Gramedia. Well, awalnya sangat tertarik karena judulnya yang unik (saya juga orang yang clumsy haha). Terus karena membaca review dan rekomendasi teman, saya semakin penasaran dengan J-Toon ini.

Kesan setelah membaca? Yeah kurang lebih sama dengan ekspektasi haha. I mean, udah tergambar sih di judulnya. Saya merasa mirip dengan Tomoko di beberapa hal, terutama urusan belanja baju (yang impulsif sekali, lalu menyadari bahwa baju tersebut tidak cocok. berakhir dengan hanya sekali dua kali pakai). Atau bagian makan sendiri di restoran dimana Tomoko pura-pura sibuk agar tidak dianggap menyedihkan karena makan sendirian hahaha. Banyak sih yang lain yang mirip tapi nanti spoiler kalau diceritakan. :D

Mungkin yang kurang pas dengan ekspektasi adalah ternyata J-Toon ini bukan kayak komik pada umumnya yang diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Tetapi dari sudut pandang orang pertama, jadi seperti curhatan yang diilustrasikan gitu.

Overall, J-Toon ini sederhana, erat sekali dengan keseharian, lucu, unik, dan khas isi otak orang-orang clumsy yang penuh kekhawatiran haha *ngomong sambil bercermin*

( Goodreads Indonesia : Neti Triwinanti)

Pernah nggak baca sebuah buku terus kepikiran, “Kok tokohnya mirip aku, sih?” atau “Duh, aku pernah nih mengalami kejadian kayak gini. Persis.”? Bisa dibilang itulah hal yang kurasakan saat membaca komik Jepang (J-Toon) terbitan Penerbit Haru ini.

Daily Life of Clumsy Tomoko adalah sebuah komik Jepang karya Suzuko Tomoko yang dialihbahasakan oleh Penerbit Haru. Komik ini menceritakan tentang sang tokoh utama, Tomoko ‘Si Penakut’ yang menghadapi berbagai situasi dalam kehidupannya sehari-hari.

Walaupun komik Jepang, akan tetapi gambarnya nggak setipe dengan komik Jepang lain, kok. Sekilas aku pikir ini tipe-tipe webtoon. Layout-nya pun mendukung isi gambar. Nggak monokrom (hitam dan putih) tetapi ada warna-warna lain yang memanjakan mata.

Selain itu, jalan ceritanya juga sangat asik, menghibur, dan lucu. Dan yang terpenting menurutku adalah realistis. Daily Life of Clumsy Tomoko memiliki semua itu. Setiap sektor cerita dibagi-bagi dengan baik sehingga kita membacanya teratur sesuai dengan tema besar tiap chapter. ^^ Terlebih lagi selipan peribahasa si Penakut yang menurutku juara banget. Out of the box!

Dengan tebal 134 halaman, aku seakan dibuat melihat diriku sendiri dalam Tomoko. Meski, Tomoko adalah cewek (walaupun dari sampul depan kelihatan seperti cowok, tapi Tomoko cewek tulen loh!), dan aku cowok, namun beberapa sifatnya dan bagaimana ia menghadapi situasi tertentu di dalam hidupnya membuatku berkaca. Seperti melihat jalan hidup sendiri yang dibuat komik. Jangan heran saat kamu baca komik ini, kamu akan bilang, “Ini aku banget.” bahkan mungkin kamu akan menertawakan kejadian-kejadian yang ada di dalam komik ini seperti kamu menertawai hidupmu sendiri. Seperti aku.

Kekurangan dari komik ini menurutku hanya satu: kurang tebal. I WANT MORE TOMOKO! 134 Halaman nggak cukup! T.T Semoga Penerbit Haru menerbitkan lanjutan komik ini. :p

Terakhir, aku sangat suka sama komiknya! ^^ Rekomen #bukubagus buat kalian yang suka cerita yang gak ribet dan ngena di kehidupan sehari-hari kalian. Menghibur, lucu, dan nggak membosankan! Selamat menertawakan Tomoko (dan diri kalian sendiri)! ^^

“Si penakut itu, selalu lari lebih dulu. Karena selalu mengambil tindakan untuk masalah yang belum terjadi! (hlm. 124)”

( Goodreads Indonesia : Rafandha)

=============================================================

FAST RESPON di  SMS/WA : 08986508779 atau LINE : @bursabuku

=============================================================

GRATIS ONGKIR hingga Rp 15.000 untuk setiap pembelian buku diatas Rp 150.000

=============================================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

=============================================================

 

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , , ,