Buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU Karya SALIM A FILLAH & FELIX SIAUW

Kategori: Dakwah » Felix Siauw » Proumedia » Salim A Fillah » Tentang Islami | 248 Kali Dilihat
Buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU Karya SALIM A FILLAH & FELIX SIAUW Reviewed by Bursa Buku Berkualitas on . This Is Article About Buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU Karya SALIM A FILLAH & FELIX SIAUW

Jual Buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU Karya SALIM A FILLAH & FELIX SIAUW – Kamu udah punya buku KEREN ini belum? Kami jual buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU dari penerbit PROUMEDIA lho.. Berikut sinopsis bukunya : “Kita lebih berhajat pada sedikit adab,” ujar Imam ’Abdullah ibn Al-Mubarak, “daripada berbanyak pengetahuan.”… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 60.000
Order via SMS

628986508779

Format SMS :Judul Buku#Alamat (Sertakan kecamatan dan kode pos)#Nama#No HP#Email
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : #bersamamudijalandakwahberliku
Stok Tersedia
0.3 Kg
27-03-2017
header 728 x 90 3
Detail Produk "Buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU Karya SALIM A FILLAH & FELIX SIAUW"

Jual Buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU Karya SALIM A FILLAH & FELIX SIAUW –

Kamu udah punya buku KEREN ini belum?

Kami jual buku BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU dari penerbit PROUMEDIA lho..

Berikut sinopsis bukunya :

“Kita lebih berhajat pada sedikit adab,” ujar Imam ’Abdullah ibn Al-Mubarak, “daripada berbanyak pengetahuan.” Demikianlah di kala lain beliau menyatakan bahwa dirinya memerlukan waktu 30 tahun untuk belajar adab, ditambah 20 tahun untuk belajar ilmu. “Adapun ilmu yang kuhimpun dari seluruh penjuru raya selama dwidasawarsa,” simpulnya, “sama sekali tak bernilai tanpa adab yang kulatihkan sebelumnya.”

“Maka pada guru yang sebenar berilmu,” begitu ditulis Ibn ’Athaillah, “kan kaureguk adab yang tak disediakan oleh buku-buku.” Demikianlah dikisahkan Harun ibn ’Abdillah tentang majelis Imam Ahmad yang dihadiri lima ribu orang. “Yang membawa kertas dan pena untuk mencatat hadits hanya lima ratus dari mereka,” kisahnya, “yang lain memperhatikan seluruh diri dan gerak-gerik Imam Ahmad untuk meneladani adab dan menyimak akhlaq.”

Yang mempelangikan perbedaan pemahaman menjadi lapis-lapis keberkahan adalah adab.

Para da’i “di atas ilmu yang jernih” amat menginsyafi, bahwa sudah selaiknya ilmu mengangkat adab diri ke ufuk tinggi, lalu mempertautkan jiwa-jiwa mereka dalam kerendahan hati, betapa pun ada perbedaan yang tiada dapat dipaksa untuk satu sehati.

Moga Allah ridhai mereka semua; yang luas ilmunya, dalam fikihnya, lapang dadanya, indah adabnya, dan jelita akhlaqnya. Moga kita dimampukan meneladaninya. Hari ini di jalan dakwah, kita dan mereka bagai bumi dan langit dalam ilmu. Maka dalam adab dan akhlaq, mari mengupayakan jadi cermin pemantul para mentari itu. Ya Allah, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada segala yang mendekatkan kami pada cinta-Mu.

REVIEW BUKU BERSAMAMU DI JALAN DAKWAH BERLIKU

Dua ustadz sekaligus penulis favorite saya ini sangat mengesankan. Di bagian awal saya membaca tulisan dari ust. Salim A. Fillah. Seperti biasa, cara sang ustadz menyampaikan sesuatu selalu dengan bahasa yang santun dan mendayu-dayu. Dengan banyak kiasan dan kisah penuh hikmah. Sedangkan di bagian ke dua, saya membaca tulisan ust. Felix Siauw, yang logikanya sangat mantap. To the point dan langsung sampai kepada saraf otak untuk mencerna dan memproses kata-katanya.

Dua ustadz yang fenomenal memang. Meski berbeda harakah, tapi mereka mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan harakah itu bukanlah sesuatu yang harus dipermasalhkan, dipertentangkan, sampai akhirnya membuat Islam menjadi terkotak-kotakkan. Malah, perbedaan harakah itu sejatinya haruslah menjadi sesuatu yang mendamaikan, merapikan, menyuarakan lebih dalam, meragamkan, serta memudahkan jalan dakwah yang penuh halangan dan lika-liku.

Saya sangat tertarik dengan penyampaian ust. Salim mengenai perbedaan yang digambarkan dalam kisah di jaman Nabi dan sahabat tentang peristiwa Sholat Ashar dan tentang Tayamum. Begitu pun tentang kebijakan untuk bentuk Ka’bah yang baru kali ini saya ketahui.

Saya juga sangat tertarik dengan pernyataan ust. Felix mengenai tujuan dalam berdakwah. Bahwasanya tujuan kita mengikuti harakah yang satu atau yang lainnya adalah sama, yaitu Allah s.w.t. Lantas, untuk apa perbedaan dalam harakah dijadikan semacam perlombaan yang saling sikut seolah surga dan kebenaran hanya milik satu kelompok harakah saja?
Dengan membaca buku ini, semoga kita mulai belajar untuk menerima, ikhlas, dan perpandangan luas terhadap tujuan melalui proses yang membahagiakan. Mulai belajar untuk tidak selalu menggaris bawahi “aku” yang paling benar, atau menebalkan “kami” yang paling pantas. Sebab syaithan punya banyak sekali muslihat, banyak sekali tenaga untuk tidak lelah-lelahnya menyesatkan. Sebab syaithan ingin dakwah ini berujung pada kesia-siaan karena kesombongan kita, karena keriya’an kita, karena kebohongan kita terhadap diri sendiri dalam menyandang kebenaran Ilahi. Tapi mulai dari sekarang mari kita berbenah, menebalkan kata “kita” untuk terus berjuang bersama dalam jalan dakwah. Agar istiqomah dan berkah dalam berdakwah, agar surgaNya dapat dinikmati bersama sebagai naungan terindah.

NB: Terimakasih kepada yang terkasih atas bukunya. Semoga ilmu yang disampaikan buku ini menjadi amal jariyah bagi sang pemberi. Semoga tetap istiqomah, bersamaku di jalan dakwah meski berliku.

(Kurnia Dwi Aprilia, Goodreads Indonesia

====================================

Judul: Bersamamu, di jalan dakwah berliku (Berbaris dalam dakwah, berpeluk dalam ukhuwah)
Penulis: Salim A. Fillah & Felix Y. Siauw
Penerbit: Pro-U Media
Dimensi: 256 hlm, cetakan pertama 2016
ISBN: 978 602 7820 59 3

Duet ustad yang berbeda harakah. Satunya tarbiyah, satunya HTI. Di saat isu pergesekan antar harakah Islam memuncak, dua ustad ini bersatu membuka cakrawala. Bahwa kita jauh lebih banyak persamaannya dibanding perbedaan.

Bahwa dalam masalah furu’, qiyash, ijtihad adalah wajar kita tak sependapat. Tapi dasar utama dan yang kita imani adalah sama. Ada banyak harakah yang sebenarnya bertujuan satu dan itu semua baik. Sayangnya, perbedaan terjadi dari sisi mana harakah tersebut melihat. Ada yang melihat dari ekonomi, politik, sistem, dll.

Buku ini juga pas dengan kontekstual saat saya membaca sekarang, terkait PILKADA DKI, #muslimvotemuslim.

Ah, berkali saya menangis membaca ikrar ustad salim dari Q. S. Yusuf: 108 yang dikupas per bab (dan menghabiskan 2/3 porsi buku) “Katakanlah, ini jalanku. Aku berdakwah menyeru manusia kepada Allah di atas bukti-bukti yang nyata, aku dan orang-orang yang mengikutiku, Maha suci Allah, dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang mempersekutukanNya.”

Ah, berkali saya malu membaca pengakuan ustad felix tentang “Dakwahku (yang masih berbangga atas harakahnya); bersamamu (yang mencoba memahami harakah lain dan ternyata tujuan kita sama, hanya kurang silahturrahim); di jalan berliku (sementara banyak di luar Islam ingin memecah belah kita).”

Gaya buku ini dibuat dual cover bolak-balik. Seperti buku dwilogi padang bulan andrea hirata.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

“Seorang da’i agung ditanya, ‘Apa rahasianya hingga banyak orang Allah karuniai hidayah melalui dirimu?’
Beliau menjawab, ‘Kudakwahi mereka di siang hari, dan kudoakan mereka di malam hari.” (SAF, h.49)

“Di dalam himpunan pendapat yang benar, masih ada mana-mana yang lebih tepat dan mana juga yang ternyata luput.” (SAF, h.98)

“Nak, dakwah Nusantara sudah menjadi jatah Ayahanda. Di luar itu, tugasmu membentang sejauh kepulauan Jepang hingga Eropa, daratan Cina hingga benua Amerika. Sebab, sungguh Nabi SAW dijadikan Allah rahmat bagi semesta alam. Tapi dalam tapak jejaknya di atas bumi, beliau baru sejauh-jauh menyusuri Makkah-Madinah-Tabuk-Al quds. Maka kitalah yang bertugas menjadi dutanya pada alam semesta, menjadi sarana Allah untuk menghadirkan rahmatNya bagi umat manusia di mana pun berada.” (SAF, h.183)

“Tidak semua perbedaan itu harus ada yang benat dan lainnya salah. Dalam ilmu agama, dua hal berbeda bisa jadi satu benar dan lainnya lebih benar, selama ia berlandaskan dalil islami. Karena itulah kita menerima perbedaan dalam fiqih.” (FS, h.32)

“Dakwah itu banyak ragamnya dan pilihan itu harus dipertanggungjawabkan.” (FS, h.45)

“Sungguh berdakwah tidaklah mudah. Lebih tidak mudah lagi berdakwah bersama jamaah. Dan akan tambah kesulitannya bila berdakwah dengan orang yang berlainan harakah. Namun, inilah jalan yang kita pilih, yaitu jihad di jalan Allah. Dan kita amat tahu bahwa akhir dari perjalanan ini adalah tempat yang paling indah!” (FS, h.61)

(Meta morfillah, Goodreads Indonesia)

======================================

Jalan Allah ini sangat panjang. Untunglah kita tidak diwajibkan untuj sampau ke ujungnya. Hanyasaja kita diperintahkan untuj mati di atasnya. (Syaikh M. Nashuruddin Al Albani)

Begitu pembukaan Bagian pertama. Aku seketika merasa tertampar.

Buku ini ditulis oleh dua penulis dengan dua gaya bahasa yang sangat berbeda. Bahkan, pembawaan bahasannya pun sangat berbeda. Ust. Salim A Fillah dengan tulisan yang sangat santun, menukil sejarah dengan apik, dan mengangkat keagungan syiar menjadi poin utama dalam pemaknaan fiqh dakwah dan jamaah. Sedangkan Ust Felix Siaw banyak membahas tentang perbedaan harokah di Indonesia, khususnya perbedaan HT yang dipilih beliau.
Buku ini sangat bagus untuk membuka wawasan dan mengembalikan segala kefanatikan kepada Allah, ada hal-hal yang harus dikesampingkan, berbeda bukan berarti lebih baik. Semua baik, dengan dalil masing-masing.

(Nela Indah, Goodreads Indonesia)

=============================================================

GRATIS ONGKIR berlaku hanya untuk wilayah JABODETABEK dan Pembelian minimal Rp 150.000 (Untuk wilayah luar JABODETABEK akan dikenakan SUBSIDI ONGKIR sebesar Rp 10.000).

FAST RESPON di  SMS/WA : 08986508779 atau klik >> https://line.me/R/ti/p/%40pah8233t

============================================================

Belanja Sambil Berbagi : Dengan membeli buku di BursaBukuBerkualitas berarti telah BERBAGI #BuatMerekaTersenyum, karena 10% laba usaha kami, disisihkan untuk kegiatan sosial komunitas Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta

Jazaakumullah… :)

=============================================================

incoming search terms :

jual buku bersamamu di jalan dakwah berliku
jual buku salim a fillah dan felix siauw
harga buku bersamamu di jalan dakwah berliku
sinopsis buku bersamamu di jalan dakwah berliku
review buku bersamamu di jalan dakwah berliku
bersamamu di jalan dakwah berliku
buku salim a fillah dan felix siauw
toko buku online indonesia
toko buku di jakarta
cara pesan buku
jual buku bagus

header 728 x 90 3

Tags: , , , , , , , , ,