Terpopuler:
header 728 x 90 3

RESENSI NOVEL TENTANG KAMU KARYA TERE LIYE

29 October 2016 - Kategori Blog

RESENSI NOVEL TENTANG KAMU KARYA TERE LIYE

resensi-novel-tentang-kamuresensi-novel-tentang-kamu

resensi-novel-tentang-kamu

kutipan-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

kutipan-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

Beberapa kali menangis membaca bagian-bagian di novel tentang kamu ini, Tere Liye berhasil menghabiskan stok air mata saya. Ah berhasil sekali penulis mengaduk-aduk perasaan ini. Keren! Gak pernah menyesal memang kalau sudah membeli novel-novel karya tere liye ini. Aaaahhh suka banget sama novel ini lah pokoknya. ^_^

Tere Liye akhirnya kembali lagi judul buku yang kata-katanya tidak hanya 1. Sebelumnya kan berturut-turut tuh judulnya 1 kata, ada Rindu, Pulang, Bumi, Bulan, Hujan, Matahari. Sekarang? Ada 2 kata.hehe Dan karena ini diterbitkan oleh penerbit republika maka novel ini akan ada nilai islaminya walau tidak begitu ditonjolkan :) Tebalnya hampir sama dengan Novel RINDU. Kurang lebih seperti ini tebalnya >>

isi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

isi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

Berikut juga ada daftar isi dari novel ini yang ekslusif hanya di www.BursaBukuBerkualitas.com hehe >>

daftar-isi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

daftar-isi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

daftar-isi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

daftar-isi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye

 

Novel ini mengambil setting tempat di London, Paris,  Sumbawa, Surakarta, dan Jakarta. Dinahkodai oleh tokoh seorang pengacara asal Indonesia yang bekerja di Belgrave Square, London yang bernama Zaman Zulkarnaen. Ini adalah kasus pertamanya tentang warisan seorang wanita tua asal indonesia yang tinggal di panti jompo dekat menara eiffel bernama Sri Ningsih. Ia meninggalkan warisan 1% saham perusahaan besar yang nilainya sampai trilyunan kalau dirupiahkan namun ia tidak meninggalkan wasiat apapun. Di panti jompo itu, satu-satunya petunjuk yang didapat adalah diary  Sri Ningsih. Nah dari sinilah petualangan Zaman dimulai. Zaman akan mengikuti alur kehidupan Sri Ningsih ini dari pertama ia lahir di Sumbawa sampai akhirnya meninggal di Paris.

Diary wanita itu berisi 5 bagian yang kalau di novel ini disebut juz. Juz pertama tentang kesabaran , juz kedua tentang persahabatan, juz ketiga tentang keteguhan hati, juz keempat tentang cinta , dan juz terakhir tentang memeluk semua rasa sakit. Dan juz juz ini adalah tema yang ingin diusung dalam novel ini. Jadi bisa kebayang gak tuh, bagaimana cerita ini dibangun. Pastinya bakalan bagus banget lah yaaa :D

Dari juz kesabaran, kamu akan menyaksikan masa kecil Sri Ningsih yang penuh dengan keharuan. Settingnya adalah tahun 1946 sampai tahun 1960. Disini kamu akan menjelajahi Pulau Bungi yang ada di Sumbawa. Tidak jauh dengan kata pantai, perahu dan ikan. Nah, siap-siap nangis deh kalau sudah melewati fase ini. Kesabaran tiada batasnya? Apakah benar?

Selanjutnya juz persabatan, kamu akan merasakan persahabatan indah yang berubah hanya karena kedengkian yang begitu dalam. Settingnya adalah tahun 1961-1966 tahun dimana komunis sednag bergejolak. Agak kesel juga pas di bagian teman Sri yang mengkhianatinya.

Lalu juz keteguhan hati, nah pas bagian ini kamu akan ikutan termotivasi dengan semangat yang digambarkan Ningsih. Settingnya di Jakarta pada tahun 1967 sampai 1979. Tentang jatuh bangun bisnis dan inovasi. Ohya disini juga ada lho sejarah Jakarta tempoe doeloe seperti monas yang dikelilingi rumput-rumput, kerbau-kerbau yang berseliweran, ungkapan pedagang kaki lima, sewa kost 200 rupiah, dll. Mana pas bagian ini disinggung-singgung pula yang namanya ojek online,hehe. Nah, keteguhan hati Ningsih akan ditempa disini, karena disini ia akan belajar berbisnis hingga akhirnya memiliki  perusahaan.

Juz Cinta, Ah ini dia yang ditunggu-tunggu. Pas disini senyum-senyum sendiri pas ngebayangin kisah cinta Sri dengan seorang pria keturunan Turki bernama Hakan. Sederhana tapi manis sekali. Pengorbanan suaminya baru terungkap di akihr juz ini dan ini benar-benar membuat air mata menetes sampai berhenti dulu bacanya, menenangkan hati dulu.hehe Ohya settingnya tahun 1980 sampai 1999 di London. Dan juga ini adalah bagian yang banyak menguras air mata dibanding bab lain. Banyak kesedihan disni. Hiks

Dan juz terakhir adalah tentang memeluk semua rasa sakit. Masuk kesini mulai deh tentram bacanya, karena Sri akhirnya bisa menerima dengan lapang segala kejadian yang menimpa dirinya. Fiuh~ jadi banyak-banyak merenung pas udah bagian ini. Dan disinilah diceritakan bagaiamana dari Londo tiba-tiba ke Paris dan akhirnya meninggal di Panti Jompo.

Bagaimana akhirnya? Ya baca lah novelnya.hehe kalau diceritain detail banget mah ya gak seru. Gak dapet lagi nanti penasarannya. Tapi secara keseluruhan sih novel ini memang bercerita tentang kehidupan Sri Ningsih yang darinya kita akan mendapat banyak pelajaran. Tokoh Zaman disini itu ternyata hanya perantara saja euy.hehe Dikirain mah “Kamu” disini ada di tokoh Zaman namun ternyata ada di tokoh Sri. Walaupun memang disinggung juga kehidupan Zaman, namun tidak terlalu mendetail juga.hehe

Novel ini cocok buat siapa sih? Tenang, semua kalangan bisa dipastikan akan cocok dan suka dengan novel ini. Tidak seperti Novel Bumi, Bulan dan Matahari yang cocoknya hanya untuk remaja dan belum menikah.hehe Jadi jangan ragu ya untuk investasi novel berharga ini.  Dijamin deh gak nyesel sama sekali novel ini malah akan ngerasa kalau kalian orang paling beruntung kalau bisa baca novel ini. ^_^

Note : Setelah bertanya kepada sesama book lover ternyata arti sepatu di covernya itu adalah sepatu zaman yang dipakai untuk menyelusuri jejak Sri Ningsih. Atau ada yang punya pendapat lain tentang arti sepatu disini? :)

 

Diresensi oleh : Muhammad Wildan Musthofa

IG : welldonemusthofa

Twitter : @wildanmusthofa

FB : Muhammad Wildan Musthofa

Program Kesehatan Pecinta Anak yatim Rekening Donasi Santunan PAY

Mau dukung kegiatan berbagi PAY & Do IT ? klik PecintaAnakYatim.com/DONASI

header 728 x 90 3

, , , , , , , ,